Pages

  • Home
  • About
  • Contact

Wednesday, December 12, 2012

Tidur Siang (awas) Motor Melayang


 
"Nduk.....motormu sudah dimasukkan rumah?" tanya ibuku.
"Dereng bu, nanti saja, kalau nanti butuh mau kemana-mana utk beli keperluan mendadak biar cepet, " jawabku menjelaskannya.
 Ternyata bukan sekedar rutinitas saja pertanyaan ibuku ini, yang dilontarkan beliau sembari memasak bersama sore ini. Usut punya usut, siang harinya baru saja ada kejadian yang hampir saja menimbulkan kerugian.
Cerita ini bermula saat siang hari tanggal 11 Desember 2012, sekitar pukul satu siang. Kondisi saat lengang pada jam-jam rawan ngantuk ini. Sulungku Vivi belum pulang sekolah, anak lanangku Faris masih bobok siang, dan anggota keluarga yang lain sedang punya kesibukan sendiri-sendiri. Budhe Tari, asisten rumah tanggaku, mulai menyapu rumah setelah selesai akitivitas ‘laundry’nya :)   Seperti biasa dia akan mulai dari dalam rumah dan mengakhirinya di halaman.
Nah, pada saat sampai di depan rumah itu lah dia jadi kaget sekali. Begitu membuka pintu depan rumah, ada dua orang yang berhenti tepat di muka rumah kami. Mereka naik sepeda motor dengan tingkah laku yang sangat mencurigakan. Kok bisa dibilang mencurigakan? Lha ngapain coba longak longok di jalan kampung, wong sepi begini koq tengok sana sini kayak nunggu penjual mie ayam lewat aja ;)
Ternyata sebelumnya Budhe Tari sudah melihat kedua orang itu bolak balik lewat di gang tempat kami tinggal itu. Dikirain orang sedang mencari alamat atau malah lagi nyetrika jalanan ya hehehee…. Dan pas si bibik ini buka pintu, mak jegreg kalau orang Jawa bilang (padanan kata di bahasa Indonesia-nya agak susah), kedua orang itu langsung kaget. Dengan tampang seram mereka memandang si bibik sambil buru-buru memasukkan kembali sesuatu ke dalam tasnya, dan yang dipandangi pun jadi keder. Pintu ditutup kembali oleh si bibik, takut ntar diapa-apain oleh kedua orang aneh itu.
Setelah degup jantungnya reda, Budhe Tari pelan-pelan membuka pintu lagi. Kedua orang itu sudah tidak ada lagi. Sembari meneruskan menyapu halaman, si bibik baru sadar kalau di teras rumah tetangga depan bertengger aneka motor merk-merk terbaru (kebanyakan motor matic). Tetangga depan rumah memfungsikan tempat tinggalnya menjadi kost khusus perempuan. Kebanyakan yang jadi anak kost adalah mahasiswi-mahasiswi kampus IKIP PGRI, yang memang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku (asalkan perjalanannya pake motor hihihiiii…). Si bibik ini juga baru ‘ngeh’ kalau tadi yang dimasukkan kembali ke dalam tas oleh kedua orang asing tadi semacam kunci atau tang yang  biasa digunakan untuk ‘mbandrek’ setang motor (ih, emangnya Dhe Tari pernah mbandrek apa??).
Segera lah Budhe Tari menghampiri rumah depan, diketok-ketok berkali-kali tak kunjung ada yang membukakan pintu. Rupanya anak-anak kos maupun pemiliknya mungkin memang sedang terlelap semua dalam tidur siangnya. Setelah beberapa saat, barulah salah satu anak kos yang mendengar ketukan ini membukakan pintu dan menanyakan kepada si bibik ada perlu apa. Asisten RT-ku yang baik hati ini pun menjelaskan kejadian tadi dan menyarankan agar motor dimasukkan semua saja ke dalam rumah.
Begitu lah pengalaman berharga kali ini. Nah, untuk yang tinggal di kawasan hunian yang semula kita pikir adem ayem dan aman sentosa, tetap jangan lupa untuk 'eling lan waspada'.  Kesempatan memang ada di mana saja, jangan biarkan orang-orang tak bertanggung jawab memanfaatkan kesempatan yang tercipta atas ketidakwaspadaan kita ini. Ingat kata bang napi, waspadalaaaahhh…. waspadalaaaahhh….



>>>> Read More >>>>

Friday, December 7, 2012

Kala Kata Tak Lagi Bermakna

tancap crampoon
di CPU jiwa
kau buta tak berasa
lalai kan kata
yang tak kunjung bermakna

dera
suka kah lalu lalang
amuk kacaukan jerembabkan
kupunguti segala retakan
terhela kaca tak berdaya
tiup saja
banting
terpelanting
berderai-derai

sukakah engkau wahai dewa dewi?
source : licapoli.blogspot



>>>> Read More >>>>

Sunday, December 2, 2012

Momong Bocah di Kampoeng Kopi Banaran

     Tak seperti biasanya, kali ini liburan kantor koq lama sekali ya. Tumben pake banget deh kalau anak jaman sekarang bilang. Seringnya sih bila ada tanggal merah, liburnya ya hanya pas tanggal itu saja. Senang sih liburan begini karena tiap harinya aku selalu menghabiskan waktu di kantor dari jam delapan pagi hingga jam lima sore. Jadi dengan liburan seperti ini, aku bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluargaku. Tapi bingung juga bila liburan terlalu lama tanpa ada rencana jalan-jalan, masak harus di rumah terus.
Tahun baru Hijriyah 1434 kali ini jatuh pada tanggal 15 November 2012, kebetulan pas di hari Kamis. Keputusan manajemen di kantor memberikan liburan karyawan mulai tanggal 15 itu hingga tanggal 18, tanggal 19 November atau hari Senin masuk kerja seperti biasa. Nah, berarti aku punya 4 hari libur kan. Kemana nih enaknya, batinku berkata. Belum lagi suamiku juga sedang dinas luar kota hingga akhir pekan. Otomatis hanya aku dan kedua anakku saja yang ada. Trus, enaknya ngapain ya?
Ternyata jodoh memang tak lari kemana. Kebetulan mantan teman kuliahku, Rachma, yang suaminya juga bekerja di luar kota, mengajak untuk jalan-jalan bersama. Aku memang masih sering ketemuan dengan mantan teman-teman kuliahku yang masih tinggal di kota Semarang. Saling melepas rindu bersama dan menyambung tali silaturahmi. Di liburan kali ini, aku, Rachma dan Dwi (semuanya sudah ibu-ibu nih) sepakat untuk mengisi waktu liburan ini bersama. Kami berangkat membawa masing-masing anak. Aku dengan Vivi (8 tahun) dan Faris (3 tahun), Rachma dengan Najma (11 tahun) dan Ahsanu (5 tahun), dan Dwi dengan kedua gadis ciliknya Fathia (10 tahun) dan Nayla (6 tahun). Jadilah kami bersembilan berangkat naik mobil hijau milik Rachma setelah sebelumnya sepakat untuk berkumpul di rumah Rachma, daerah GrahaEstetika, wilayah Semarang atas.
Berhubung harus mempersiapkan kebutuhan anak-anak di pagi hari, akhirnya kami baru bisa berangkat pukul sebelas di hari Kamis tanggal 15 November 2012 ini. Rencana semula kami hanya akan makan siang di rumah makan Godong Salam Ungaran. Lokasi rumah makan ini tidak begitu jauh dari daerah Semarang atas. Mengapa disebut Semarang atas? Karena Semarang memang seakan-akan terbagi dua, ada yang di ‘dataran rendah’ dan ada yang di perbukitan. Dan rumah makan ini terletak di pinggir jalan raya Semarang – Ungaran, sehingga siapa pun yang akan ke sana akan sangat mudah untuk mengaksesnya. Bila dari arah Semarang, letaknya di sebelah kanan jalan, tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro 108 Ungaran.
Hidangan sea food di Godong Salam ini beraneka ragam dengan cita rasa yang tidak mengecewakan. Belum lagi suasana restonya yang menyenangkan, ada taman untuk bermain anak-anak, ruang makan berbentuk pendopo yang lengkap dengan kolam ikan di sampingnya. Menjadikan acara makan makin nikmat sembari memandangi anak-anak yang tidak melewatkan kesempatan itu untuk duduk-duduk bersama di pinggir kolam.
Selesai makan siang, kami berubah pikiran untuk melanjutkan acara, mumpung masih banyak waktu. Berasa sayang bila langsung pulang tanpa ada tambahan pengalaman. Rencana tambahan pertama adalah melaju ke Museum Kereta Api Ambarawa untuk naik kereta api kuno. Jarak tempuh dari Ungaran menuju ke sana hanya sekitar 15 menit. Murah meriah, dengan biaya sepuluh ribu per orang bisa menikmati keindahan pemandangan pedesaan Ambarawa sembari merasakan naik kereta api uap. Namun sayang seribu sayang, kereta apinya sedang dalam perbaikan. Wah, kecewa sekali kami semua.
Tapi kami adalah ibu-ibu yang pantang menyerah. Tak berhasil di rencana A, kan masih ada rencana B dan selanjutnya. Pilihan kami berikutnya adalah ke Kampoeng Kopi Banaran, di daerah Bawen, tepatnya di Jl. Raya Semarang – Solo Km. 35. gampang sekali untuk mencapainya karena letaknya persis di tepi jalan, dengan plang nama yang tampak terpampang besar di depannya, dengan jarak hanya sekitar 1 kilometer dari terminal bus Bawen arah ke Salatiga.
Kampoeng Kopi Banaran ini merupakan wisata agro yang terletak di perkebunan kopi. Pengunjung disuguhi keindahan pemandangan sembari menikmati sedapnya kopi. Masuk ke lokasi wisata ini tidak dipungut biaya. Jadi untuk yang tidak ingin merogoh kocek terlalu banyak, cukup datang ke sana dan duduk-duduk atau sekedar berjalan-jalan menikmati segarnya udara perbukitan.

Anak-anak kami langsung dengan ‘cekatan’ ingin menikmati berbagai fasilitas di sini. Salah satunya adalah menjelajahi perkebunan kopi ini dengan naik kereta wisata. Dengan biaya Rp. 50.000 kami akan dibawa berputar-putar sepanjang lokasi perkebunan kopi ini disertai penjelasan tentang aneka tanaman yang tumbuh di sana. Yang memberikan penjelasan adalah sopir kereta wisata ini, merangkap sebagai tour guide juga. Satu kereta bisa menampung satu rombongan kami sekaligus. Seru sekali perjalanan keliling kebon kopi ini, dengan jalan meliuk-liuk dan menanjak, menjadikan perjalanan kereta kami ini terasa mengasyikkan sekaligus mendebarkan. Bagaimana tidak mendebarkan, hanya dengan lebar jalan yang pas banget dengan lebar kereta wisata ini, padahal tepi-tepinya berbentuk jurang yang terjal. Ramai sekali celoteh kami silih berganti menimpali berbagai penjelasan dari tour guide. Anak-anak pun tak lupa mengajukan berbagai pertanyaan yang kurang jelas seputar masa tanam kopi dan coklat yang tumbuh di sepanjang jalur yang kami lewati itu. Tak lupa di tengah-tengah kebun kopi itu kami berhenti sejenak untuk menikmati kesegaran alam.
Setelah sekitar 15 menit perjalanan kereta wisata ini, kami tiba kembali di lokasi start. Anak-anak langsung berhamburan menuju lokasi flying fox. Ada 2 jenis flying fox di sini, yang satu untuk anak-anak usia pra sekolah sampai dengan sekolah dasar, sedangkan yang satu lagi untuk anak dengan minimum usia 14 tahun. Kebetulan saat itu anak-anak kami ingin menikmati yang jenis ke-2 itu. Tapi mereka terpaksa kecewa karena tidak diperbolehkan untuk menikmatinya akibat belum memenuhi syarat usia. Yah, mau bagaimana lagi. Mereka hanya menatap penuh kecewa lintasan flying fox yang sangat menggoda itu, dengan ketinggian 50 meter dan panjang lintasan 145 meter.
Untuk menebus kekecewaan mereka ini, akhirnya kami hibur mereka dengan naik kuda putar-putar kebon kopi ini. Biaya sewanya Rp. 30.000 per kudanya, bisa dinaiki oleh 2 orang anak. Tentu saja mereka gembira sekali, apalagi Vivi anak sulungku, yang memang sama sekali belum pernah naik kuda. Agak takut-takut pertama kali mau naik ke punggung kuda, namun mengaku sangat menikmatinya sesaat setelah menyelesaikan perjalanan naik kuda tersebut. Sedangkan Faris, anak keduaku, tadi di tengah perjalanan menangis. Usut punya usut, ternyata bukan karena takut naik kuda, namun karena sandalnya tidak sengaja lepas, dan dia belum bisa menyampaikan keinginannya kepada pemandu kudanya. Akhirnya hanya bisa menangis sampai akhirnya si pemandu itu menyadari bahwa sandal anakku tinggal sebelah saja yang tersisa. Sungguh lucu kejadian ini. Tapi kedua anakku sangat menyukai sesi naik kuda ini.
Sebenarnya masih banyak fasilitas yang ada di lokasi agro wisata ini, seperti naik ATV, kolam renang, bermain di camping ground dan sebagainya. Tapi berhubung saat itu sudah hampir pukul empat sore, akhirnya kami melanjutkan acara liburan ini dengan duduk-duduk di seputar playing ground dan gazebo saja sebelum pulang kembali ke Semarang. Ada berbagai permainan khas anak-anak di lokasi tersebut. Jadi tidak hanya jalan-jalan ataupun berlari-lari saja yang bisa mereka lakukan. Ada ayunan, jungkat-jungkit, perosotan, tarik-putar, dan lain sebagainya.
Lokasi agro wisata Kampoeng Kopi Banaran ini menyediakan berbagai fasilitas yang sangat lengkap. Mulai dari fasilitas wisata seperti yang telah kami nikmati tadi, juga ada tempat ibadah untuk sholat yang cukup memadai, kamar mandi yang cukup banyak, dan tentu saja Coffee House yang menyediakan berbagai makanan dan minuman, baik yang dihidangkan panas maupun dingin.
Sebelum perjalanan pulang, anak-anak kami yang sudah kelelahan minta untuk menikmati es krim sambil duduk-duduk di coffee house. Oke lah, jadilah kami mengakhiri petualangan liburan kali ini dengan melumerkan kepenatan seharian itu bersama segarnya es krim kami masing-masing. Wajah-wajah bersimbah keringat mereka itu, seakan tak mampu menutupi keceriaan hati atas petualangan baru ini. Dan kami para orang tua, tepatnya ibu-ibu alias moms ini pun dapat tersenyum lega karena sudah dapat membuat anak-anak kami bergembira, walaupun hanya beberapa jam saja. Waktu menunjukkan hampir pukul lima sore saat kami meluncur pulang ke Semarang. Ya, sudah saatnya kami harus kembali ke realita lagi.

>>>> Read More >>>>

Friday, July 20, 2012

Mima dan Putri Jenna : Ketulusan Hati Putri Sejati


Resensi untuk novel Mima dan Putri Jenna
karya Fita Chakra




4bfd2c7860debd921773320c84fe7b18_img02722-20120720-1800
 Mima mulai tumbuh menjadi gadis cilik kesepian setelah bundanya meninggal saat Mima berusia 5 tahun. Ayahnya yang seorang guru jarang bisa menemani hari-harinya yang sepi, karena setelah pulang mengajar ayahnya kembali disibukkan oleh pekerjaan rangkapnya sebagai tukang reparasi alat-alat elektronik.
Suatu hari Mima mendapat undangan ulang tahun dari teman sekelasnya, Tara, dimana syarat untuk menghadiri pesta ulang tahun tersebut adalah harus mengenakan baju yang unik dan membawa makanan kesukaan masing-masing untuk ditukarkan atau dicicipi oleh teman-teman yang lain.
    Syarat ini sangat meresahkan Mima. Dia tak mampu membeli gaun yang mahal, ayahnya tak punya cukup uang untuk itu. Mima sangat tidak tega untuk meminta ayahnya membelikan gaun. Yang kedua, makanan kesukaannya adalah wortel. Gara-gara makanan kesukaan ini Mima pernah ditertawakan teman-temannya dan diejek seperti kelinci karena menyukai wortel.
Saat secara tak sengaja dia menelusuri gudang rumahnya, dia menemukan buku ungu, buku harian bundanya. Ketika dibuka, dari dalam buku itu keluarlah seorang gadis kecil seusianya, kulitnya kuning langsat, rambutnya berombak pendek, mengenakan sepatu seperti sepatu balet dan ada mahkota kecil di kepalanya. Gadis kecil ini adalah Putri Jenna, putri dari Negeri Mimpi, yang tidak sengaja terjebak dalam buku harian milik bunda Mima, dan seterusnya terperangkap di situ karena buku harian itu tak pernah dibuka lagi sejak bunda Mima meninggal dunia.

   Dari Putri Jenna inilah kemudian banyak ide cemerlang dan  berbagai kejadian yang menyentuh hati dan membuat Mima kembali percaya diri. Untuk menghadiri pesta ulang tahun Tara itu, Mima minta dibuatkan baju oleh tantenya, Tante Sekar, dari kain batik warisan neneknya.  Gaun batik cantik ini kemudian dihiasi manik-manik yang indah oleh Mima bersama-sama dengan Putri Jenna yang kini telah menjadi sahabatnya. Kemudian untuk makanan kesukaan yang harus dibawanya, ide cemerlang muncul saat Putri Jenna membuka buku resep milik Tante Sekar. Akhirnya Kue Wortel Keju yang sangat lezat pun tak sungkan lagi dibawanya ke pesta ulang tahun Tara.
 
Pada pesta ulang tahun itu, berbagai kejutan diperoleh Mima. Gaun buatannya terpilih menjadi salah satu gaun terunik. Dan tentu saja kue kreatif buatan tantenya, Kue Wortel Keju yang sangat lezat itu menjadi makanan yang paling disukai di acara tersebut. Teman-teman yang dulu mentertawakan makanan favorit Mima pun ikut mengacungkan jempol untuk kue lezatnya ini.

Banyak hal yang akhirnya dimengerti oleh Mima. Melalui mimpi yang dialaminya, saat bundanya datang dan memberikannya keyakinan bahwa Mima tak harus malu dengan dirinya sendiri, tak harus berpura-pura untuk menyukai sesuatu yang sebenarnya ia tak suka. Juga pertemanannya dengan Putri Jenna yang baik hati serta Andin yang pernah ditolongnya saat kesusahan, maka Mima pun mengerti akan satu hal. Menjadi seorang putri tak perlu baju yang mahal, kulit yang putih, atau hidung yang mancung. Yang lebih penting adalah hati yang cantik, senyum tulus tidak dibuat-buat, dan tidak malu mengatakan apa yang disukai meskipun orang lain tidak menyukainya.
>>>> Read More >>>>

Thursday, July 12, 2012

Derita Penjual vs Pembeli online :)

Dunia jual beli memang selalu menarik untuk diperbincangkan, atau bahkan mungkin malah lebih asyik manakala kita terjun ke dalamnya. Jual beli apa pun... bisa saja jualan bahan2 pangan di toko kelontong, jual sayur, jual lauk, baju, aksesoris, aneka keperluan rumah, sampai ke level perniagaan yg kelas "kakap" seperti mobil, perhiasan dsb.
Makin terbukanya wawasan & kesempatan untuk memanfaatkan dunia maya utk berjualan, saya fikir juga sangat bagus utk menambah lapangan pekerjaan, baik yg punya modal besar maupun yg cuma pas2an aja (kayak SAYAAAA) :)
Ada yg punya cukup dana sehingga bisa sewa domain sendiri dan mengelola dagangannya dengan lebih tertata. Yg laen lagi juga ada yg gabung di komunitas online via multiply, tokobagus, dll.Ada juga yg milih numpang alias blogging di penyedia free macem blogspot, wordpress dll. Atau yg paling mudah bikin akun di facebook untuk berjualan, bisa pake akun pribadi maupun fasilitas fanpage. Itu SAYAAAA.... lagi-lagi SAYAAAA *sambil tunjuk jari tinggi tinggi :)
Maraknya jualan ala online shop (olshop) via facebook ini juga membuat sebagian orang jadi malas untuk buka2 facebook, karena wall-nya penuh dengan aneka postingan yg isinya sarat 'jual-menjual', sehingga yg punya wall diharap utk menengok utk 'beli-membeli' :). Belum lagi klo ada yg suka tag sana tag sini yg bikin pemilik wall sensi... ngeganggu ya??? maaf deh... feel free to remove tag **eeaa..bahasa khas olshop.

Tapi so far saya masih enjoy2 aja tuh walau pun di friend list saya nangkring ratusan olshop, paling juga ntar postingannya ketumpuk ama yg laennya hehehee.... bukan apa2, saya sampai sekarang masih gaptek ama jejaring sosial yg laen. lewat fb saya lebih mudah berbagi cerita, menyapa teman lama, becanda dengan teman2, dan yg paling penting ini niiihhh... NARSIS :)  Terkadang cuma pamer tanaman2 tak berarti di halaman belakang rumah, pamer anak saya sudah bisa apa, share resep ama temen. Emang untuk itu kan kegunaannya???hehehee...salah atau benar enggak ada yg nilai aja koq :D

Semula saya cuma bikin satu akun pribadi, yg kemudian saya gunakan juga utk olshop saya. Yaaahhh....bisanya jualan ya baru ke teman2 ini, dan rata2 teman2 juga pada fb-an...klop deeehh... Di kemudian hari baru saya buat satu lagi via fan page utk jualan saya, walaupun ternyata saya jauh lebih enjoy menggunakan akun pribadi.
Selain untuk jualan, saya juga beberapa kali belanja di olshop lain utk tipe barang yg berbeda dg apa yg saya jual. Nah, ini niiiihhh yg mau saya obrolin  (preambule-nya panjang amat yak...maaf....)

Sepanjang saya pake fb utk jualan, banyaaakk sekali pengalaman yg bisa saya tarik. mengamati berbagai tipikal orang dlm berbelanja. Via fb saya jualan produk aksesoris dengan genre RAJUT, ada aksesoris untuk anak2 perempuan maupun yg untuk wanita dewasa (emang jadinya jarang yg utk anak laki2 atau pun bapak2, masak mau pake bros??) :) Karena keterbatasan modal, saya baru bisa melayani pesanan aja (yg pasti2) sehingga tak perlu stok banyak2. Lama kelamaan sedikit2 saya mencoba utk punya ready stok walaupun sedikit sekali persentasenya, krn utk mengerjakan yg pesanan aja masih 'terengah-engah'.
Tipikal pembeli saya beraneka ragam. Dari segi kerumitan pesanan : ada yg pesen cuma jepit, bando, bros, kucir & pernak pernik yg relatif gampang pengerjaannya, tapi juga ada yg pesan agak sulit spt ikat pinggang & tempat hp. Dari segi kerumitan pembeli : ada yg rekuesnya aneka macam, misalnya nih : utk bros saya bunganya 3 layer ya jeng, layer pertama pink, layer kedua ungu tua, yg terakhir ungu muda, dibikin yg tebel biar kesannya numpuk sempurna, klo bisa harganya jangan mahal2...naaaahhh.... Ada juga yg rekuesnya simple, bros 7cm warna gabungan, saya sukanya yg cenderung ada pinknya jeng...tolong dibuatin yg pantes lah buat saya.
Dari segi pembayaran juga variatif. Ada yg mau dijual lagi sehingga rela bayar di depan utk diskon & kecepatan pembuatan, ada yg santai bayarnya ntar pas udah jadi & mau dikirim, ada juga yg 'terlalu santai', udah dibuatin gak bayar2 :(

Tapi semua itu tidak mengurangi kenikmatan berjualan. Saya tdk pernah berpikir semua itu hambatan maupun penderitaan. Hingga kemudian saya bertransaksi dg bbrp olshop, yg saya kategorikan jutek, judes, tdk komunikatif (saya tak akan menyebut nama, sehingga siapa pun yg merasa lebih baik diam & koreksi diri anda).. wuiiiihhh... mulai metu sungute kiy... hehehe... Terus terang saya agak terusik saat diperlakukan kurang fair dg penjual suatu barang yg saat ini sedang saya pesan. udah klo ditanya jawabnya sepotong-sepotong, (itu pun enggak langsung dijawab), kadang2 kurang make sense utk diucapkan oleh seorang penjual.. lha wong saya udah resiko bayar duluan.


Semisal emang pedagangnya emang lagi ada kesusahan, atau ada urusan lain yg emang mendesak hingga blm kirim2 kan ya bisa to ngabari. duitnya emang gak seberapa, tapi kan ya namanya pembeli kan ingin kepastian toh?? masak malah cuma suruh liatin list resi dan ngecek ke JNEnya. lha emang saya belinya ke JNE???



Saya bayar tanggal 6 Juni... di tracking list-nya JNE jelas2 terlihat tgl 12 Juni pengirimannya. Enggak salah kan klo misalnya saya komplain. bayar cepet2 kan karena pengin pake cepet2. klo masih PO sih bisa dimaklumi
Tapi berhubung yg punya olshop kayaknya 'no complain welcomed' yaaaa.... gimana lagi. soalnya dulu udah pernah dikasih masukan tentang sikapnya yg kurang etis, ternyata masih terus berlanjut hingga kini. Moga2 enggak saya tiru lah

Saya sih tak bermaksud menjelek2kan olshop itu. Daripada ngoceh sana sini di wall nya dia kan tidak etis toh, saya juga harus menghargai kredibilitas dia di depan shopper-nya.... ntar klo dia gak suka juga langsung kena delete. percumaaaa... Saya sharing aja di akun saya sendiri, dengan harapan teman2 sesama olshop yg baca juga memahami, bahwa dalam hal ini bukan masalah pembeli atapun penjual yg punya derita, tapi interaksi yg fair alias seimbang kan jauh lebih menyenangkan to?? emangnya penjual juga bisa laku dagangannya tanpa ada pembeli??

Sebagai penutup saya kutip juga cerita yg disampaikan sebuah olshop tentang derita penjual online, yg menurut saya tdk layak disajikan di wall akun olshop tsb karena kan yg baca para pembelinya. tapi entahlahhh... mungkin ada juga ya yg menganggap itu lucu & pantas utk bahan tertawaan... mentertawakan pembeli yg dia anggap bodoh & enggak nyambung **tabok jidat tetangga

DERITA pelaku Online Shop.

Online Shop atau yg biasa disebut OS skrg makin menjamur.. Tapi tau ga, ngejalanin OS itu ga segampang yg dikira. Kasus2 yg sering terjadi di lapangan itu sbb:
A: Sis, bahan apa?
B: rajut sis
A: bukan spandex ya?
B: doenkk! -___- #uda dijawab msh nanya
A: Sis, bahan apa?
B: sifon sis
A: sifon tu apa ya?
B: ..................... *krikk krik krikk
A: Sis, ini size'nya apa
B: all size sis
A: aku mau dong sis 1, yg size M ya
B: (¬_¬) gubraakkk -____-
A: Sis, itu dressnya panjangnya seberapa
B: modelnya 160cm sis, coba dikira2 aja
A: tolong dalam sentimeter dong sis
B: (۳˚Д˚)۳
A: Sis, ongkir ke *nama kota* berapa?
B: 20rb sis *misalnya
A: ga bs kurang lg sis? Kurangin donk
B: JNE bkn punya bapak gueee! (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾'̾̾)
A: Sis, kok barang blm sampe2 sih?
B: ha? Masa sis? Uda ak kirim lho.
A: blm sampe2 tau sis (pdhl br 2hr)
B: nih sis, no resinya. Dikirim 2hr yg lalu
A: tp barang blm smpe2. Sis penipu, bla3x
B: sabar Gusti #elus-elus dada
A: Sis, mau pesen ini
B: oke sis, uda book ga bs cancel ya
A: tiba2 menghilang, delcon!
B: (۳._.)۳ (۳-_-)۳ (۳˚_˚)۳ (۳˚o˚)۳ (۳˚Д˚)۳
A: Sis, kurangin dong harganya
B: sorry sis, harga pas :)
A: kurangin donk, ak kan beli 2, kurangin!
B: *sambil nangis* untung gue jg mepet (˘̩̩̩.˘̩ƪ)
A: Sis, ada grup ga? Join donk
B: oke sis
A: *setelah join nyolongin customer
B: tabahkan hambaMu └(˘.˘└) *ya Tuhan*

Oya, saya juga paling gak seneng olshop yg sering kasih notes : Jadilah pembeli yg cerdas.... (enggak boleh nanya2 ya maksudnya?)... emang mau maju cerdas cermat ya? apek ngoyak beasiswa po koq ndadak cerdas.. sing bodho gak oleh tuku? hadeeuuuhhhh....

Here are the story....you are all free to comment (as free as my right to delete any annoying ones) :D

penjual sabar dapet banyak berkah :)
**ini saya ambil dari note Facebook saya dengan sedikit penyesuaian
>>>> Read More >>>>

Monday, March 12, 2012

sambil menyelam minum air :)

Lelah dengan aneka rutinitas di kantor, aku mencoba untuk mengikuti "other session of my life", ikutan seminar parenting yang diadakan oleh majalah Ayah Bunda yang dilaksanakan Sabtu kemarin, 10 Maret 2012.

Ini bener-bener baru pertama kali aku ikutan acara yang seperti ini. Salah satu yang menarik adalah pembicaranya, Becky Tumewu. Siapa sih yang enggak tau mba Becky, cantik, pinter, nice talking dan heboh :)  Mba Becky juga dikenal sebagai founder dari Talk Inc. itu tuh... sekolah ngomong itu lho heheheee....
Ehm, ini bukan ngebahas mb Becky-nya lho. salah satu yang menyenangkan dari bincang-bincang yang bertajuk "Bicara Efektif pada Anak" ini adalah setting membaur antara pembicara dengan peserta. Jadi enggak ada tuh pembicara yang hanya duduk di depan aja, ngejogrok, dan pesertanya terus jadi ngantuk-ngantuk :)

Sekali lagi ini bukan tentang mb Becky ataupun seminar tadi. Yang menyenangkan dari acara kumpul-kumpul seperti ini adalah timbulnya kesadaran saya bahwa posisi orang tua, dalam hal ini saya sebagai seorang ibu, ternyata amat sangat luar biasa. Kontribusi tak terlihat namun jelas efeknya pada putra putri kita. pun saya jadi menyadari, di luar sana banyak sekali orang tua yang luar biasa, dimana saya bisa menimba ilmu tentang parenting kepada mereka. Sederhana saja kan? iya... bahagia tak selalu harus complicated koq 

Tak lupa saya bawa beberapa contoh gambar dari produk rajut yang selama ini saya pasarkan. Tentu saja beserta contoh-contoh produk rajut yang kebetulan masih ada di rumah. Ngobrol-ngobrol, kasak kusuk, glenak glenik dengan rekan-rekan peserta yang kebetulan semeja, eeehhhhhh ada beberapa yang berminat. Ada yang beli aksesoris anak untuk putrinya, ada juga yang beli bros rajutku untuk penghias jilbabnya. Aduuuuhhhh...senengnya hatiku. yang tidak beli juga jauh lebih banyak, tapi dari sekian yang tidak beli, ada juga yang minta no hp atau akun fesbuk untuk komunikasi lebih lanjut. aiiihhh aaaiiihhhhhh.... tak mengapa lah
me, mb Becky Tumewu, rajutanku :)

Keberuntungan pun kembali hadir saat mendapatkan door prize. swear...seumur-umur di acara apa pun door prize sepertinya selalu enggan menempel padaku. Kali ini door prize nya buku, bukunya mb Becky pula. dobel seneng deeeehhhh.... triple seneng lagi kala bisa foto bareng pembicara cantik ini dan share hasil karya rajutku ke dia. (sambil harap-harap cemas dia nanti akan pesan juga kepadaku, hihihiiiii....harapan tak boleh mati kaaannnn ???? )
>>>> Read More >>>>

Aneka Angry Bird






 
Saya munculkan pula warna lain yang lebih centil, yang sangat digemari oleh putri saya, dan kebetulan sekali juga banyak disuka oleh para pemesan, warna PINK. Pink selalu membawa kesegaran dalam penampilan lincah putri saya, moga-moga juga putri-putri anda semua :)




Saya pun tak mau kalah loh ama putri saya....angry bird ini cute banged buat pin jilbab saya. kebanyakan koleksi pin saya memang berbentuk bunga (ini pas lagi sadar umur ya heheheeeeee). 
>>>> Read More >>>>