Pages

  • Home
  • About
  • Contact

Sunday, June 30, 2013

Pil Anti Lupa

Kupandang cucuku yang cantik itu sembari meratapi diriku sendiri. Seakan tak percaya kini aku telah sering pipis di luar kendali, rematik melanda, juga pelupa.

Nah, harus segera kuminum pil anti lupa yang dibelikan cucuku kemarin. Mana, kok tidak ada? Aku yakin meletakkannya di meja makan ini.

“Cu… mana pil yang kemarin itu?” tanyaku.

“Eyang, ini tadi yang meletakkan di wastafel kamar mandi siapa?”

>>>> Read More >>>>

Liburan Impianku

 
This article was awarded as Favourite Winner, you could trace it here


    Saat anak-anak memasuki masa liburan sekolah merupakan masa-masa yang sama mencemaskannya dengan saat mereka akan menjalani tes kenaikan kelas. Bila dalam persiapan tes kenaikan, aku sebagai ibu sekaligus mentor dadakan harus ekstra konsentrasi membimbing kesiapan penguasaan materi sekolah. Selalu harap-harap cemas, nanti apakah anakku bisa mengerjakan tes dengan benar atau tidak. Nanti saat hitungan matematika dia ingat yang tadi diajarkan atau tidak. Pada pelajaran PPKN apakah anakku bisa mengartikan pertanyaan yang sering berbelit-belit atau tidak. Ya, sejuta kekhawatiran yang terus menyelimuti pikiran, yang ternyata selama ini hanyalah 'paranoid temporer' jelang tes sekolah.

    Si sulung yang baru saja sukses membuktikan kemampuan belajarnya dalam tes kenaikan kelas, telah membuatku lega. Sama persis dengan tes-tes yang dia jalani di kelas I dan kelas II SD yang lalu, saat ini sulungku dari kelas III naik ke kelas IV dengan hasil yang sangat memuaskan. Tentu saja aku bahagia luar biasa. Meskipun tidak mematok hasil tertentu, bila anak berprestasi tentu orang tua bangga juga kan?

    Nah, saat mencemaskan berikutnya telah tiba. Loh, kok malah cemas, bagaimana pula ya itu maksudnya? Ananda tersayang sukses tes kenaikan kelas kok malah disambut kecemasan. Dimanakah letak kecemasan tersebut bersumber?

    Setelah kenaikan kelas ini, anak-anak libur hampir satu bulan. Bila tak punya alokasi dana maupun waktu yang cukup, waktu yang lama ini tentu saja akan membuat anak-anak bosan di rumah. Belum lagi ulah dan keributan yang akan mereka ciptakan sebagai konsekuensi kebosanan tadi. Apalagi kedua anakku meskipun jarak umur mereka berselang lima tahun, namun semangat 'keributan' yang mereka miliki sangat luar biasa ;)

    Pasti ingin dong ya menyenangkan anak-anak dan keluarga dengan liburan yang representatif. Aku dan suamiku sama-sama bekerja, jadi perlu rencana yang matang untuk ambil cuti pada waktu yang dikhususkan untuk liburan ini. Juga persiapan dana tentunya. Meskipun liburan sederhana di tempat yang tidak terlalu jauh dari rumah pun sudah oke, sekali-sekali punya obsesi untuk liburan impian yang fantastik tak ada salahnya.

    Berawal dari pertemuanku dengan seorang sobat lama yang kini tinggal dan bekerja di Jakarta. Saat dia mudik ke Semarang pada waktu lebaran, aku menemuinya di hotel tempatnya menginap. Berhubung kawan yang lain rata-rata sedang mudik ke tempat asal, saat itu hanya diriku yang available. Jadilah kami bercengkerama dan bernostalgia, sembari sesekali bercanda pula dengan suami dan anak-anak kawanku itu. Kebetulan sang suami bekerja di salah satu stasiun televisi swasta dan pernah melakukan liputan di salah satu objek wisata. Aneka foto dan video liputan itu ditunjukkan padaku. Jadi ngileeeerrrr deh. Mau tau dimanakah itu?

    Raja Ampat. Wow, pasti sebagian besar sudah mengetahui tentang lokasi wisata di Papua Barat ini, tepatnya di perairan "Kepala Burung" Papua. Keindahan alam yang lengkap ada di Raja Ampat. Sampai termimpi-mimpi rasanya membayangkan. Kapan ya aku bisa menyaksikan dan mengunjungi yang seperti ini :
Keindahan alam yang selalu membuatku termimpi-mimpi, sumber dari sini
    Luar biasa indah kan? I'm in love with Raja Ampat hanya dengan melihat foto di atas. Padahal itu baru satu dari sekian banyak kemolekan alam yang ditawarkan oleh Raja Ampat.
bayangan untuk bisa duduk bersantai maupun menyelam yang membuat hati 'bergejolak' untuk menjejakkan kaki di Raja Ampat (sumber gambar dari sini)
    Woohooo... menikmati keindahan semua potensi alam itu merupakan liburan impian yang tiada banding. Air yang berwarna biru, hijau dan putih tersebut muncul karena pengaruh tebaran terumbu karang di lautan yang dangkal maupun yang dalam. Bahkan Raja Ampat dikenal sebagai pemilik biota terumbu karang yang berkualitas di dunia. Tak salah kan bila aku ingin sekali mensyukuri karunia alam Indonesia di sana.
pengin banget bisa diving rame-rame seperti ini di Raja Ampat bersama suami dan anak-anakku, sumber gambar dari sini
    Duluuuu sekali aku pernah belajar diving meskipun tidak untuk sertifikasi. Just for fun. Pernah sekali mencoba di dekat-dekat Semarang saja, yaitu Kepulauan Karimunjawa, itu pun belum sampai ke titik terumbu karangnya. Kualitas terumbu karang Raja Ampat yang tersohor tentu saja ingin kunikmati secara langsung, namun harus selalu ingat untuk menjaga keamanan biota laut itu dari sentuhan tubuhku. Tidak boleh dijamah, apalagi sampai merusak. Dosa sekali itu.


Mewujudkan mimpi itu butuh persiapan

    Tentunya tak hanya sebatas di angan-angan saja kan bila kita telah memiliki mimpi. Nah, berkaitan dengan liburan impianku ke Raja Ampat tadi, aku juga harus berusaha untuk mewujudkannya. Tak hanya dengan dukungan doa dan mengharapkan keberuntungan saja, usaha secara nyata pun juga harus diikhtiarkan.

    Mencari berbagai informasi tentang tempat wisata yang akan dikunjungi sangatlah perlu. Apalagi ini berkaitan dengan besaran biaya yang akan dikeluarkan. Cukup bikin garuk-garuk kepala juga ternyata saat mengetahui harus mempersiapkan seberapa besar dana untuk ke Raja Ampat. Ah, bila sudah niat, pasti nanti akan ada jalan. Optimis saja lah, sementara ini hayuuk rajin menabung dan mengencangkan ikat pinggang ya anak-anak ;)

picture by credit
    Selain masalah dana, aneka kelengkapan dan peralatan pergi liburan pun butuh ancang-ancang loh. Yang paling utama tentu saja tas. Untuk bepergian jauh diperlukan tas yang kokoh dan mempermudah pengaturan aneka baju perlengkapan yang dibawa.
    Barang yang awut-awutan selama perjalanan akan sering terjadi. Untuk itulah dibutuhkan tas bepergian yang mendukung penataan barang tanpa perlu ribet. Tanpa harus pusing nanti barang kita akan tercampuradukkan. Dengan model tas seperti ini aku bisa menyimpan perlengkapan milikku, suamiku dan anak-anakku dengan rapi. Aku menemukan model tas ini secara mudah di Zalora, toko online yang lengkap menyediakan berbagai kebutuhan pria dan wanita.

kaca mata keren, link dari sini
    Terus, apa lagi ya? Ah, yang ini juga penting nih. Di Raja Ampat kan panas luar biasa ya pas cuaca cerah. Perlu perlindungan dong ya tentunya untuk menangkal teriknya cahaya mentari. Sinar mentari yang menghadang mendung memang sangat diharapkan saat kita berwisata ke sana. Namun jadi tidak menyenangkan bila mata kita jadi silau dan berkejap-kejap sepanjang liburan. Tolliver Round Sunglasses Transparent Pink ini sangat modis bila kupakai kan? Selain trendi juga melindungi mata dari sinar matahari yang berlebihan. Lagi-lagi aku menemukannya di Zalora ;)

    Tidak afdol ya rasanya liburan tanpa berfoto ria. Apalagi ke Raja Ampat yang lokasinya sangat jauh dari Jawa dan belum tentu ke sana lagi berulang-ulang. Kenangan jelaslah penting untuk diabadikan. Untuk itu seperangkat kamera sebagai pendukung perlu juga diangkut serta. Nah, kamera juga harus dilindungi loh, tidak cuma badan dan baju saja.
amankan juga donk kamera kita, gambar dipinjam dari sini
    Tas kamera ini keren sekali euy, pilihan warnanya membuatku  terpikat saat pertama kali melihatnya di Zalora. Avis - DSLR Camera bag (Medium) Dutch Blue dari Hellolulu berbahan nylon dan polyester ini tepat sekali digunakan untuk 2 kegunaan sekaligus. Mengamankan kamera DSLR kita dan mempermudah penggunanya, karena tas kamera desain dari Hellolulu ini memang dibuat dengan desain yang simple, fun, dan user-friendly

    
    Nah, itu tadi liburan impian versiku, lengkap dengan beberapa persiapan yang harus dilakukan bila nanti bisa kesampaian mewujudkan impian indah tadi. Bagaimana dengan Anda, seru juga kah liburan impian Anda? Yuk bermimpi dan tak putus ikhtiar ya, semoga kita bisa mencapai liburan impian itu tak lama lagi. Raja Ampat, tunggu kedatangan kami. Insya Allah. Ganbatte...


sumber tulisan :
  1. Belantara Indonesia
  2. Pasirpantai.com
  3. Wikipedia




>>>> Read More >>>>

Thursday, June 27, 2013

Jauh Dekat Kau Tetap Kurengkuh

    "Braaakkk...." setumpuk dokumen kuletakkan dengan kasar di atas meja kantor. Hari itu merupakan hari yang sangat melelahkan dan menjengkelkan. Saat aku harus berjibaku dengan panas dan keringat di area lapangan terbuka pabrik di tempat aku bekerja, eh teman kantorku ada yang mengajak berseteru. Ketidakpahamannya atas berbagai prosedur lapangan membuat dia beranalisa tidak pada tempatnya. Alhasil terciptalah laporan kepada atasan yang simpang siur. Berasa kepengin kutelan saja nih orang *maaf asap mengepul dari kepala ;)

Meretas Ego Di Tempat Kerja

    Kejadian seperti tadi kebanyakan pernah dialami oleh mereka yang harus bergesekan dengan banyak orang dan beragam divisi dalam suatu perusahaan. Tak terkecuali diriku.
beginilah kira-kira keseharian yang harus kuurus
di lapangan vs di dalam kantor
     Sehari-hari di kantor aku memang tak hanya berinteraksi dengan sesama staf, namun berbagai macam orang di lapangan alias pekerja kasar pun harus kuhadapi. Kebiasaan ritme kerja di lapangan yang serba keras kadang terbawa manakala tingkat kesabaran sudah sangat menipis saat berhadapan dengan rekan sekantor seperti kejadian di atas tadi. 

    Untunglah masing-masing dari kami sekantor memiliki keunikan tersendiri. Aku yang high temper, ada si A yang kalem dan 'ngguya ngguyu' alias banyak senyum, ada pula si B yang jago masak. Demi mengeliminir perasaan-perasaan tidak enak seperti contoh di atas kami sekantor kerap meluangkan waktu untuk have fun dan menyatukan perbedaan yang ada. Tidak harus jalan-jalan atau makan bersama di resto, namun kadangkala sesederhana ini pun sudah sangat menyenangkan dan mengentalkan pertemanan kami.
masak yuk masak
    Kebetulan di kantor ada pantry yang lengkap dengan segala perabot memasak. Khusus hari Jumat istirahat akan dimulai pada pukul 11.30, persiapan bagi para pria yang akan berangkat ibadah sholat Jumat. Nah yang perempuan ya seperti itu tadi, segera meluncur ke pantry dan terjadilah adegan penuh garam dan minyak ;)  Kawanku Dias, yang berbaju orange itu jagonya masak. Saat itu dia membuat rolade, wow kami semua temannya tentu saja riang gembira, tinggal makan nih. Paling-paling tinggal tambah membuat sambal korek saja, hmmm... yummi yummiii... Sesederhana itu pun telah cukup meretaskan batas-batas ego kami masing-masing.

    Kadangkala kami sekantor juga bersama-sama pergi ke suatu tempat untuk makan siang. Atau bila ada yang berulang tahun dan menyerah untuk dipalak :) 
some of us
    Belum lagi hampir setiap Ramadhan pihak manajemen mengadakan buka bersama. Tidak hanya kami yang berkantor di manufacturing saja yang ramai-ramai bergembira, tetapi juga dari head office dan beberapa perusahaan lain yang satu atap dengan kami.
suasana buka bersama, big boss ganteng sendiri ya di antara karyawan2 perempuannya :)
    Alhamdulillah dengan berbagai acara bersama tersebut so far kami masih bisa berjalan bersama dalam satu payung manajemen, meskipun dalam keseharian tak pernah berhenti bersitegang urusan pekerjaan. Ya, kita memang harus bisa memilah, kapan harus keukeuh menjalankan prinsip kerja dan kapan harus lumer penuh rasa persahabatan manakala berkumpul dengan teman sekerja dalam rangka urusan pribadi. Tidak boleh mencampuradukkan pertemanan dengan pekerjaan, bisa-bisa tidak nyaman situasi yang akan kita hadapi. Perlu diingat bahwa bekerja dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore sudah menyita sebagian besar privacy dan waktu kita. Apakah harus dijalani dengan kondisi yang menegangkan? Ah, tentunya bukan itu yang diharapkan.

Break The Limit

    Tak hanya dengan rekan sekerja saja kita perlu menyiasati perbedaan yang bisa mengarah pada perpecahan. Dengan kawan lama, yang sangat jarang berjumpa pun, hubungan baik tetap harus dijaga. Dalam hal ini aku sangat menghargai sobat-sobat lamaku, teman sekolah maupun teman kuliah dulu, yang di antara seabrek kesibukan mereka pun tetap bersedia untuk bersilaturahmi.
Bersama mantan teman2 kuliah dulu. Meskipun terbentang jarak kami masih sering ketemuan. Ada yang tinggal di Jakarta, Kebumen, Magelang, bahkan ada yang jauh-jauh datang dari Belanda. Setiap dia mudik pasti acara seperti ini langsung menjadi agenda utama ;)
    Jarak dan kesibukan tak berarti memisahkan kami, meskipun tidak bisa bersua sewaktu-waktu. Keluarga dan pekerjaan kini jelaslah menjadi prioritas. Namun manakala ada kesempatan, kami akan bernostalgia gila seperti dulu, masih berharap kemudaan ada di dalam jiwa kami yang terus terpacu usia ini. Tak jarang acara kumpul-kumpul seperti ini hanya dipicu oleh adanya kawan dari luar kota yang singgah di Semarang, tempat kami kuliah bersama dulu. Nah sebagai penjaga gawang alias personel yang sampai kini masih berdomisili di Semarang, tentu rasanya sungguh tak 'berperiketemanan' bila aku tak menyambut uluran tangan mereka. Walhasil aku sering dimintai tolong sebagai 'pengumpul serakan tulang' teman-teman seangkatan ini. Alhamdulillah selama ini acara kumpul-kumpulnya sukses.

    Yang sangat membuatku exited itu manakala bertemu dengan teman lama yang lamaaaa sekali tak bersua. Bila dengan sobat-sobatku di atas tadi kami paling tidak tiap tahun berjumpa. Tapi tidak dengan yang ini. 
    Mami cantik ini Esther namanya, kami terakhir bersua tahun 2009 saat reuni Komunikasi 93 di Bandung. Dia tinggal di Batam, jadi tak mudah untuk wara wiri ke Jawa. Nah di pertengahan Maret 2013 lalu tiba-tiba dia mengkontakku, akan pulang ke Semarang. Surprised sekali nih, senang sekali aku berjumpa dengannya. Esther yang oleh teman-teman seangkatan sering dipanggil 'mami' or 'tante' ini kocak sekali orangnya, guyonan 'dewasa'nya pun tingkat tinggi. Heuheuuu... I miss her a lot. Meskipun akhirnya kutau dia pulang ke Semarang untuk medical treatment, tetap saja kusyukuri pertemuanku dengannya ini yang entah kapan lagi akan terulang.

    Yang masih gres nih, tanggal 20 Juni 2013 lalu, temanku yang hengkang dari Undip di semester 6 dan pindah ke UI ini tanpa hujan tanpa angin tiba-tiba singgah di Semarang. Fitri Handayani alias Ipiet nama ibu berparas keJepang-Jepangan ini. Dia beserta suaminya yang bule Jepang mas Hajime Yudistira dan keempat putranya Kitaro, Kenji, Keizo dan Kazuya dari Jakarta hendak menengok kampung halaman di Blora. Cuma sebentar, paling-paling tak lebih dari 2 jam aku berjumpa dengannya setelah terakhir kali kami bersua tahun 1995. Gile bener, 18 tahun sudah kami berpisah dan kini hanya bertemu sebentar. Rindu, aku masih sangat rindu padamu kawanku. Kita hanya bisa ngobrol via social media selama ini. Seakan baru kemarin aku masih bercanda denganmu di depan ruang kuliah dan depan auditorium. Kini engkau telah membelah beranak pinak, Kawan. It's really amazing. Rupanya masih dapat jatah dari Yang Maha Kuasa bagiku untuk berjumpa lagi denganmu. Jarak dan waktu memang rupanya bukanlah 'limit', selalu akan ada 'buah' yang manis untuk kentalnya kisah persahabatan yang selalu rajin kita semaikan.


Menyemai Cinta Di Antara Sejuta Beda

    Bila kita tau bagaimana mengatur pola pikir kita tentang perlunya menyemai cinta, kita pasti akan sadar pula bahwa cinta itu tak hanya sekedar kepada lawan jenis, dalam hal ini adalah pasangan hidup kita. Dengan orang-orang yang ada di sekitar kita pun perlu adanya cinta berwujud respek yang kita sajikan. Tegas dan garang untuk urusan prinsip bukan berarti hati kita tak punya cinta.
aku dan sahabat2ku yang dulunya mantan 'bawahan'ku
    Aku punya kisah tersendiri tentang masalah ini. Di perusahaan sebelumnya, tempat aku bekerja dulu, aku tak hanya memiliki tugas untuk mengatur pemasaran, dokumen dan birokrasi saja. Ranah produksi pun dulu terpaksa kupikul karena beberapa kepala produksi mengundurkan diri akibat kerasnya sifat pimpinan kami. Nah, otomatis aku pun menjelma sama kerasnya dengan beliau. Para pekerja produksi pun entah berapa puluh yang telah pernah 'kusantap' *yang ini lebay, mohon diabaikan ;)

    Namun itu semua hanya tuntutan profesi saja kalau orang bilang. Hingga kini aku masih tetap rukun dan bersahabat dengan mereka. Pada foto di atas terlihat sahabat-sahabatku yang dulu mantan 'bawahan'ku itu berkunjung ke rumahku saat aku baru saja menyelesaikan renovasinya. Ada yang dulunya teknisi, operator mesin, grader kayu dan yang perempuan itu, Cik Yanti, dulu adalah mandor lapangan. Cik Yanti bahkan pernah menangis gara-gara pagi hari mendapatkan 'sarapan' dariku. Merasa berdosa sekali deh sekarang bila mengingat masa itu. Cik Yanti dan teman yang lain sama-sama menyadari, kami semua menjadi hard fighter ya karena didikan bos kami dulu. Di luar urusan pekerjaan, ya tetap lah kami ini kawan yang selalu merindu. Ah, indahnya kebersamaan *jadi sendu merindu :'(


Keluargaku Oase Hidupku

    Tak hanya di tempat kerja saja diperlukan manajemen hati. Di rumah, dimana seluruh elemen utama kehidupan kita berada, kita juga perlu memperhatikan manajemen hati ini. Tak jarang setelah lelah di tempat kerja, aku lupa untuk menanggalkan egoku di saat keluarga seharusnya menjadi prioritas utamaku.
suasana tenang yang seketika buyar gara-gara si adek yang iseng colak colek kakaknya yang sedang serius
    Jeritan kedua anakku yang saling menggoda dan bertengkar hampir tak pernah berhenti sepanjang hari. Saat si kakak sedang diam dan sibuk dengan buku-buku bacaannya, si adek akan selalu siap sedia untuk mengacak-acak ketenangan kakaknya. Sebaliknya juga begitu. Kala adek sudah asyik dengan crayon dan buku gambarnya, ataupun mobil-mobilannya, si kakak akan datang dan melancarkan ribuan trik 'perang' padanya. Pecahlah perang dunia ketiga :)  Selalu akan seperti itu. Justru itulah kakak adik ya, bila tidak ada pertengkaran bukan saudara namanya. 

     Situasi ini makin diperparah oleh berat sebelahnya perlakuan terhadap kedua anakku ini. Tidak hanya olehku, namun juga oleh Budhe (kakak perempuanku) dan Uti (ibuku) yang tinggal serumah dengan kami. Adek lebih cenderung untuk dibela sehingga sering si kakak meradang, merasa diperlakukan tidak adil. Pheeww... berat juga ya situasinya.

    Untuk itulah perlu menyisihkan waktu luang bersama-sama. Tidak hanya aku, suami dan anak-anakku, namun juga Budhe dan Uti, Kami hidup serumah tentunya telah paham betul karakter masing-masing. Oleh karena itu perlu bagi kami untuk mencairkan kehebohan yang sering terjadi di rumah dengan bersantai bersama. 
aku dan keluarga besarku bersantai bersama
    Kami berenam santai sembari makan bersama di warung makan dekat rumah saja. Asalkan hati riang dan ceria, tak perlulah pergi jauh-jauh. Kebersamaan kami ini sangat mahal harganya bagiku yang menjalani separuh hari berada di luar rumah. Aku sangat bersyukur memiliki keluarga yang amat menyayangiku. Tak semua orang seberuntung aku masih bisa bersanding dengan ibu dan kakak seperti ini. Apa lagi coba yang membuatku untuk tidak bersyukur? 

    Bahkan saat aku kangen dengan keluarga intiku, kami pun bisa tetap dengan mudah bertemu. Kakak perempuan tertuaku tinggal di Ungaran, masih sering menjenguk ibu di Semarang. Kami sebenarnya empat bersaudara. Kakak lelakiku telah meninggal tahun 2004 dulu akibat kecelakaan sepeda motor :'(  Bapakku juga telah tiada semenjak aku masih di bangku kuliah, tepatnya di tahun 1996 :'(  Jadi ya hanya ibu dan kedua kakak perempuanku saja kini yang kupunya (selain suami dan anak-anakku tentunya). Saat rindu kami bercengkerama bersama, melupakan bahwa kami kini telah memiliki kehidupan sendiri. Kami ini sedarah, tidak ada yang mampu menggantikan masing-masing dari kami. I love my mom and my elder sisters no matter happened *tisu mana tisuuuu...
aku, ibu dan kedua kakakku
    Bersama keluarga kecilku pun aku tak lupa menyediakan waktu. Aku sangat menyadari, sebenarnya kehadiranku amat dibutuhkan selama 24 jam sehari oleh anak-anak maupun suamiku. Namun dengan berbagai kondisi dan pertimbangan, saat ini aku masih harus delapan jam sehari bekerja di luar rumah. Nah, kapan lagi kesempatanku bermesraan dengan suami dan anak-anakku bila tidak berwisata seperti ini :

Bersama ayang-ayangku, belahan jiwaku, tambatan hatiku, seluruh hidupku
    Meskipun tidak sering kami bisa menikmati waktu seperti ini, moment berharga ini harus selalu diagendakan. Di antara kesibukanku dan suamiku bekerja, rutinitas sekolah anak-anakku, padatnya aktivitas ekstrakurikuler si sulung, tumpukan pekerjaan di rumah, tetap akan selalu ada ruang bagi kami untuk menyemaikan cinta. Ruang yang bukan berdiri sebagai jarak, namun ruang yang mempertemukan dan menyatukan cinta kami. 

    Entah itu keluarga, teman sepergaulan ataupun teman di tempat kerja, tak ada alasan bagi kita untuk menjauhkan diri. Jauh ataupun dekatnya hati kita tidak ditentukan oleh jauh dekatnya kita dipisahkan oleh jarak dan waktu. Hati kita hanya akan melekat erat satu sama lain manakala masing-masing di antara kita selalu ada upaya untuk merengkuhnya. Setuju? Itulah ceritaku, bagaimana dengan ceritamu ;)





>>>> Read More >>>>

Wednesday, June 26, 2013

No Music I Cry



    Musik ceria dan cute ala WHAM di atas telah familiar di telingaku sejak kecil. Lagu itu kudengar berulang-ulang di dalam L-300 yang membawaku bersama rombongan atlet Jawa Tengah lainnya rehat sejenak di antara padatnya event Kejurnas Renang & Loncat Indah, menuju arena Pekan Raya Jakarta di tahun 1984. Kala itu aku masih berusia 9 tahun dan sangat tidak 'tepat' untuk mendengarkan lagu yang kebanyakan disukai oleh remaja sepantaran kakakku yang delapan tahun lebih tua dariku. Aku pun hanya bisa ikutan menyanyikan satu baris lirik saja di lagu itu : Wake me up before yo go go.... Cuma itu saja yang kubisa karena lirik itu juga sekaligus judul lagunya ;)


    Memang tak bisa disangkal, perkenalan kita dengan musik tergantung situasi yang ada di sekeliling kita. Sesuai eranya, seharusnya aku mendengarkan lagu Bulan Purnama ataupun Masa Kecil dari Chicha Koeswoyo (aduh ketauan deh umurku sudah setara nyai-nyai) ;)
    Chicha Koeswoyo pada puncak popularitasnya kerap berpasangan dengan Adi Bing Slamet. Lagu-lagu mereka berjaya di panggung musik kala itu. Keempat gambar kaset mereka tadi itu hanyalah beberapa album rekaman yang mereka miliki. Entahlah, berapa besar kekayaan yang dimiliki anak kecil setenar itu di jamannya. Mungkinkah setara dengan Coboy Junior saat ini? *mendadak dahi berkerut

sumber : http://80mp3.blogspot.com/
   Aku juga dulu penggemar Liza Tanzil dengan album Yok Menyanyi Sambil Belajar Bahasa Inggris. Tahun 1981 saat aku masih duduk di kelas 1 SD aku memiliki kaset ini lengkap dengan teks lagu yang berulang-ulang kuhafalkan. Lagunya bagus-bagus.  Salah satu lagu kesukaanku di album itu adalah Country Road. Belum 'ngeh'  waktu itu kalau lagu tersebut lagu orang dewasa. Lagu tersebut aslinya dinyanyikan oleh John Denver, pengusung aliran musik country dan folk rock. Selain itu ada juga yang asyik lagi berjudul Ten Little Indians dengan lirik yang masih sangat kuiingat hingga kini :

one little, two little, three little Indians
four little, five little, six little Indians
seven little, eight little, nine little Indians
ten little Indian boys

Intinya lagu tersebut mengajarkan pengenalan numerik dalam Bahasa Inggris kepada anak-anak sejak dini, sekaligus mencerdaskan anak melalui musik.

    Bahkan lagu Do-Re-Mi yang dibawakan dalam film Sound of Music ada juga. Di kemudian hari setelah cukup umur dan menonton filmnya, baru kusadar bahwa aku telah jauh-jauh hari mendengarkan lagu tersebut sebelum menyaksikan performance Julie Andrews di film musikal yang telah beredar sejak tahun 1965 ini.

 Padahal kaset Liza Tanzil tadi buatan tahun 1978. So, mengenal musik tak selalu harus sesuai runutan waktunya kan. Justru lebih berpengaruh peran orang tua maupun saudara yang mengenalkan musik itu kepada kita. Mana yang pertama kali kita tau ya itulah yang menjadi awal perkenalan kita dengan musik dan lagu genre apa pun.

sumber : youtube
    Nah, beranjak menuju remaja aku makin tergila-gila dengan musik yang disukai kakak-kakakku, termasuk abangku yang kala itu menggemari New Kids On The Block (NKOTB). Wohoooo....anak mana yang di tahun 1980-an itu tak kenal boyband satu ini. Bahkan banyak yang menjadikan lagu-lagu NKOTB sebagai musik pengiring lomba dance yang mereka ikuti. Bukaaan... tidak... bukan aku yang ikut dance ya, tubuhku tidak luwes nge-dance, aku lebih piawai berkutat dengan sumur dan timba alias membesarkan otot dengan mengisi bak mandi. Hiks, nasib anak desa kala itu :(  Jadi deh menimba air sambil jejingkrakan mendengarkan NKOTB. Sembari membayangkan gantengnya Jordan Night yang seksi dan cute-nya Joe McIntyre, yeah... step by step, oooo baby... gonna get to you girl..... *air di timba tumpah ruah semua :)

    Aku tak bisa diam sepi sendiri tanpa musik. Saat menjelang tidur ataupun sedang belajar, harus ada musik yang mengiringi. Untunglah kebiasaan mendengarkan musik ini klop dengan abangku yang super jahil, yang dengan sengaja menyetel kaset keras-keras manakala aku sedang belajar untuk persiapan tes di sekolah. Hanya kacak pinggang dan pelototan bapak saja kala itu yang mampu meredam kegilaan musik kami berdua. Bapak sih sukanya klenengan, musik yang Jawa sekali.

    Konsistensi pilihan genre musik rupanya sering tidak berlaku. Para penyuka aliran trash metal ternyata banyak juga yang menggemari lagu-lagu Iwan Fals. Penikmat musik rock ada juga yang suka ngibing dangdut. Hal ini terjadi juga padaku. Aku menyukai berbagai jenis musik. Yang penting di sini adalah manfaat dari musik tersebut. Sesuai dengan peruntukannya, musik itu salah satunya bermanfaat bagi ketenangan hati. Melalui musik yang lembut, stress harian akibat beban hidup bisa tereliminasi. Hanya dengan duduk atau rebahan sambil mendengarkan alunan musik, jiwa kita seolah terbasuh, kembali menjadi segar.

    Juga jangan heran bila ternyata musik itu meningkatkan konsentrasi. Dari contoh keriuhanku dengan abangku di atas tadi telah kusebutkan, aku justru bisa cepat 'bookmarked' aneka hapalan ke dalam memoriku manakala diiringi alunan musik. Ini juga terbukti pada suamiku, yang selalu mengerjakan pekerjaannya yang super serius sembari mengenakan headphone, mendengarkan musik ala Metallica, Iron Maiden, Judas Priest, Pantera dan entah apa lagi. Suamiku tercinta ini terpaksa mengalah dengan mengenakan headphone karena istrinya yang rempong ini sering protes saat musik kesukaannya itu menghentak melalui speaker multimedianya. Lagian aneh, musik bikin pening begitu katanya bisa menenangkan jiwa? *ditabok penggemar metal sedunia ;)

sumber : LangitMusik
   Aku masih menggemari berbagai genre musik, terutama pop yang terasa ringan dan menyejukkan. Tak hanya musik dari manca saja, berbagai lagu yang ditembangkan oleh penyanyi Indonesia pun aku suka. Apalagi download berbagai jenis musik sekarang bisa diakses via internet, tidak harus punya kaset atau CD seperti jaman dahulu. Yang perlu diingat di sini adalah pilihlah layanan musik yang menyediakan lagu yang legal, yang jelas terjamin kualitasnya saat akan didownload. Salah satu alternatif yang sangat memadai adalah LangitMusik yang memiliki lebih dari 800 ribu lagu legal di dalam koleksinya.

    LangitMusik bersama MelOn Indonesia menghadirkan aplikasi music player multi device dan multi platform yang bisa dinikmati dimana saja dan kapan saja.  Bisa dinikmati via web maupun gadget. Seringnya nih ya, untuk beberapa web mensyaratkan Blackberry dengan OS min. 7.0. Hadeh, lha untuk BB-ku yang hanya ber-OS 5.0 bagaimana donk? Tenang, ternyata di LangitMusik tetap bisa loh. Ntar coba aaahh, saat ini karena aku lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer kunikmati saja via web.

    Tak hanya lagu-lagu baru yang ditampilkan di sini, banyak juga yang 'gue banget' loh. Manusia era 80-an seperti aku ini juga tetap bisa menikmati musik lawas. Eh tak kusangka, ternyata salah satu lagu kesukaanku dari Whitney Houston ada di Top NSP nih
sumber : langitmusik.com
    Whitney Houston dan Mariah Carey merupakan dua diva dunia yang sangat kukagumi. Suara bening dengan rentang oktaf yang tinggi menjadi daya tarik mereka berdua bagiku. Ingat kan performance mereka saat duet menyanyikan When You Believe, OST dari film The Prince of Egypt. What's your comment? Pasti bilang baguuuss.... excellent.... iya kan? ;)


...But Seriously, album Phil Collins tahun 1989, sumber dari sini
    Untuk penyanyi luar negeri, aku mengidolakan Phil Collins, mantan penabuh drum Genesis yang sangat piawai dalam menyanyi. Berbagai kaset dan CD Phil Collins memenuhi rak musikku. Bukan hanya lagu semacam Something Happened On The Way To Heaven, I Don't Care Anymore, In The Air Tonight, Sussudio, Easy Lover dan masih banyak lagi yang merupakan lagu yang dibawakannya secara solo saja yang kusukai. Debutnya bersama Genesis dalam Mama, Home By The Sea, Abacab dan Invisible Touch luar biasa melegenda. Sukaaa sekali dengan musik yang dibawakan grup ini.

picture by credit
   Selain itu aku juga mengkoleksi aneka kaset Michael Bolton. Penyanyi asal Connecticut USA ini telah memikat hatiku dengan suara tingginya yang seksi. Bolton yang semula penyanyi rock ternyata ampuh juga membawakan genre musik yang mendayu-dayu, seperti pada beberapa lagu kesukaanku berikut ini : Soul Provider & Georgia on My Mind (di album Soul Provider 1989), Missing You Now, We're Not Makin' Love Anymore dan Time, Love and Tenderness (di album Time, Love & Tenderness 1991), Since I Fell For You dan You Send Me (album Timeless : The Classics 1992), juga 3 lagu di album-album berikutnya yaitu Said I Love You But I Lied, Can I Touch You There dan Soul of My Soul.

    Kebanyakan idolaku bergender laki-laki, normal kan itu? ;)  Hanya The Corrs yang 3 anggota band-nya perempuan saja deh kayaknya yang kuidolakan. Kalau suka dengan berbagai musik sih iya, tapi yang sukaaaa sekali hingga menjadi idola kayaknya ya cuma itu. Whitney & Mariah are fine, I like their voice. Reza Artamevia punya timbre yang keren. Dido dan Natalie Imbruglia menggemaskan. Adapun artis Indonesia hanya satu saja yang kuidolakan hingga album pertama hingga terakhir aku punya semua. KLa Project, ya sampai sekarang aku masih sering memilih musik yang mereka garap untuk menjadi pendampingku saat sibuk berkutat dengan data-data di kantor. Aku memadukannya dengan kumpulan musik Jazzy Tunes kesukaanku dalam media player. Tinggal putar deh berulang-ulang, tidak ada resiko 'pita nglokor' lagi :)

    Meskipun aku gemar musik yang tidak begitu keras, jangan salah loh, Richard Marx juga jadi salah satu penyanyi kesukaanku. Aku punya cerita seru tentang yang satu ini. Saat itu aku sedang hamil anak pertama dan lagi sibuk-sibuknya memberikan terapi musik pada jabang bayiku. Berbagai album musik klasik dibelikan oleh suamiku dan kusetel menggunakan earphone. Kutempelkanlah ke perut. Sembari tiduran ataupun duduk santai kurasakan denyut kehidupan yang ada dalam perutku. Damai sekali rasanya. Suatu saat  entah ada kejadian apa aku tiba-tiba berada dalam kondisi emosional. Untuk meredam gejolak amarah biasanya aku pilih lagu Satisfied-nya Marx yang cukup menghentak. Nah kali ini lain efeknya. Bukannya amarah berkurang malah perut sangat mulas, dedek baby-nya 'ajojing' di dalam. Gerakan tubuh dan  tendangannya membuatku meringis kesakitan. Wah salah nih, rupanya aku tidak boleh egois dalam menumpahkan kemarahanku pada musik secara membabi buta. Ini baby yang kena dampaknya, mungkin saja buah hatiku itu tidak suka mendengarkan musik dengan volume keras. Padahal waktu itu earphone-nya kusumbatkan di telingaku loh, koq dia bisa denger ya? *emak pilon

cover album Anggun di masa remaja, diambil dari sini dan sini
    Satu hal yang masih sangat kuharapkan saat ini, yaitu mendunianya penyanyi-penyanyi Indonesia di kancah musik internasional. Ada Sandy Sandoro yang justru ngetopnya di luar negeri. Ih, kenapa sih tidak dilirik di Indonesia duluan? Hm, tapi kita punya Agnes Monica dan Anggun kan yang bersuara hebat, dahsyat malahan. Wuiiihh... Anggun yang dulu waktu aku remaja terkenal dengan lagu Mimpi, Bayang-bayang Ilusi dan Tua-tua Keladi sekarang sudah menjelma menjadi penyanyi internasional. Debut fenomenal come back-nya Snow On The Sahara tahun 1997 menandai perubahan image seorang Anggun C. Sasmi yang dulunya lady rocker menjadi Anggun yang 'anggun' dalam tampilan feminin yang cantik dan mature.

    Nah, ini ada Best Of-nya Anggun nih, bertajuk Design of A Decade 2003 - 2013, bisa disimak di LangitMusik.

    Apapun selera musik yang kita miliki, lepaskan saja. Be yourself. Nikmati. Tanpa musik apalah arti hidup ini, itulah ibaratnya. Bila no women no cry kata Bob Marley, maka no music I cry lah menurutku :)  Jika pun harus dicap kuno karena menggemari musik lawas, tak ada salahnya kan. As long as we are happy, hanya satu yang sangat kupercaya bahwa musik itu milik semua orang, menembus batas-batas yang diciptakan sendiri oleh manusia. Friksi selera hanyalah segmentasi yang tercipta dari pemikiran manusianya yang sangat terbatas. Betul?
    Adapun rentang jaman kini telah terjembatani oleh berbagai media seperti LangitMusik tadi. Lagu lama kesukaan kita pun bisa kita nikmati di sana. Tidak percaya? Lha ini. Wake Me Up Before You Go Go di awal tulisanku tadi pun bisa kutemukan ;)
sumber : WHAM di LangitMusik

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog "Musik yang Asyik"



>>>> Read More >>>>

Monday, June 17, 2013

LeBuy Yang Sama Sekali Tidak Lebay

    Wowww.... apa ini? Mataku tertumbuk pada logo berwarna merah ini. Mungil, unik namun catchy. Warna merah yang acap diartikan sebagai pemberani itu jelas menyeruak di tampilannya. Hmm... keberanian seperti apa ya yang ditawarkan oleh logo unik ini?


just point your mouse over this icon to make it double-sized ;)

Penasaran deh jadi ingin tau, sejatinya apa sih ini. Buka mata, buka telinga dan lentikkan jari jemari di laptop dulu aaahh....
Nah, ini ada lagi, kok berkoneksi dengan Facebook dan Twitter pula ya?

  Klak klik klak klik deh akhirnya aku mengikuti website yang logonya keren tadi. Benar juga, namanya memang LeBuy ber-pronounciation persis sama dengan "lebay". Keren juga nih yang punya ide alias perancangnya. Selain menangkap mata dengan logo uniknya, telinga kita pun digiring secara akrab ke istilah yang sering digunakan oleh anak muda. Meskipun sama sekali tidak mengarah ke arti harfiah sesuai pengucapannya yaitu lebay tadi, kelaziman kata yang sering kita dengar di pergaulan anak-anak muda ini menurutku adalah salah satu bukti 'kejeniusan' pelontar idenya.

    Kalau menurut hematku sih LeBuy mengarah pada aktivitas beli dan jual. Buy yang berarti membeli dan dilakukan oleh seseorang sebagai [BUY]er tentu harus ketemu dengan pasangannya si sel[LE]r. Terus apa juga itu maksudnya ada huruf U yang warnanya beda sendiri? Seperti saat kita mengucapkan huruf U in English yang bunyinya akan menjadi "You". You are the best parts of LeBuy, maksudnya kita sebagai user LeBuy merupakan komponen teristimewa yang dimiliki oleh LeBuy. Itu sih pesan yang kutangkap dari logo sederhana, unik namun penuh makna. Ini sih penafsiran coba-coba saja dariku, mungkin saja benar. Kalaupun tidak ya tolong dimaafkan ;)

    LeBuy ternyata adalah sarana online yang bisa digunakan untuk : BERINTERAKSI - BERTRANSAKSI - MENJELAJAH - dan BERBAGI. Secara umum LeBuy memfasilitasi aneka aktivas online yang sudah sangat jamak dilakukan, tidak hanya oleh anak muda namun juga berbagai kalangan, baik itu pebisnis, ibu rumah tangga, maupun eksekutif muda. Dengan mudah siapa saja bisa registrasi ke LeBuy dan sesegera mungkin memasang iklan, post review, atau informasi apa saja dan kapan saja secara gratis. Nah kemudahan inilah yang membuat LeBuy tampil percaya diri dan berani, sesuai dengan warna merah dominan yang diusungnya.

   Secara lebih spesifik LeBuy mewakili pasar digital Indonesia. Aku mendapatkan link web keren itu melalui blog Thomas Kurniawan, yang lebih akrab dipanggil TomKuu alias TK (baca TiKey). TK adalah seorang freelance graphic desainer. Karya-karya di portofolionya bikin aku berdecak-decak kagum. Secara aku ini sama sekali tidak bisa menggambar, yang TK anggap sebagai coretan saja sudah segitu bagusnya *berasa ditabok kanvas ;)  Saat ini TK dipercaya untuk mewakili LeBuy untuk mewartakan adanya blog review terhadap digital market anyar tadi. Thanks a lot ya TK, GBU ;)

    Sebenarnya perihal digital market sih sudah bertahun-tahun yang lalu ada. Aku sudah melihat banyak model pasar digital sejenis ini malang melintang, wara-wiri di jagad maya yang seakan tanpa batas ini. Namun terus terang aku belum pernah berani untuk join ke dalam salah satunya. Beberapa kali sih browsing, klik dan intip beberapa digital market itu, tapi kok sepertinya ribet dan bikin keder. Ah, enggak dulu deh, begitu batinku saat itu.

    Aku mengenal belanja dan menjual online pun sudah lama. Sejak gabung dengan salah satu social media yang cukup besar di tahun 2008, pertama kali aku mendapatkan sesuatu yang menghangatkan hati, kesenangan untuk menyambung tali silaturahmi dengan teman-teman masa kecil hingga teman kuliahku yang telah terpisah jarak dan waktu. Social media besutan anak muda jebolan Harvard itu telah menjembatani kerinduanku pada memori silam yang rupa-rupanya tak pernah putus dari ingatan.

    Namun tak hanya berakrab ria dengan handai taulan saja ternyata kegunaan social media itu. Di sana aku juga bisa memperkenalkan daganganku. Aku berkolaborasi dengan kakak tercinta membuka usah crafting bergenre knit atau lebih dikenal dengan rajut. Aneka rajutan kami buat, mulai dari aksesoris sederhana untuk bayi dan anak perempuan, hingga akhirnya market kami meluas hingga ke remaja dan perempuan dewasa. Tak lagi aksesori yang disematkan di rambut maupun badan saja, pernak pernik pelengkap gaya hidup seperti sarung hp, ikat pinggang, tutup galon hingga taplak meja jumbo dari rajutan bisa kami buat tetap dengan konsistensi handmade crafting.

    Marak sekali hingga kini jualan online via social media tersebut. Namun lama-lama etika pertemanan seakan ternodai oleh semangat bisnis yang membara. Banyak orang yang tampaknya mulai keberatan bila ajang silaturahmi itu digunakan untuk buka lapak. Sebenarnya kan tak masalah ya, kalau tak mau baca postingan itu ya tinggal skip saja. Tetapi akhirnya kusadari juga bahwa munculnya 'kesebalan' ini terpicu oleh manner beberapa penjual online yang seenaknya saja tag sana sini tanpa pilah pilih. Memang sih namanya nawarin dagangan harus ulet, tidak patah arang. Nah bila in the end malah persahabatan jadi putus, terus kira-kira worthed nggak sih yang model begini Sob?

    Bikin web sendiri saja ya kalau begitu, biar kelihatan profesional. Namun aku belum bisa memanage waktu untuk utak atik segala macam bahasa HTML dan pengolahan gambar produk yang bagus. Mau dipasrahkan ke orang lain jelas biaya tambahan kan. Omzet jualanku belum seberapa soalnya. Terus gimana dong, maunya banyak tetapi kepentok keterbatasan kemampuan dan dana. Sementara waktu aku mencoba membuat media promosi melalui blog. Lumayan lah sekalian belajar sedikit menjadi blogger, aktivitas yang semula tidak kulirik sama sekali karena lebih intens menggunakan social media tadi. Selain blog pribadiku Heart of Mine ini, aku juga mencoba membuat satu blog lagi bernama BC Collection. Brand produk itulah yang sejak pertama kugunakan sebagai label daganganku. Wah, pengalaman baru nih berdagang via blog.

    Ah tetapi kok aku tetap kurang sreg ya, kayaknya responsnya kurang cepat, tidak bisa kuakses langsung via email maupun gadgetku. Sampai kemudian kucoba join ke LeBuy ini. Caranya super mudah dan tak perlu pusing-pusing membuat program agar tampilan kelihatan keren. Duh, pengin jitakin aja deh kepala ini, kenapa tidak dari kemarin-kemarin mencobanya. .

    Pertama kali yang perlu kita lakukan hanyalah masuk ke www.lebuy.co.id dan kita akan dibawa ke halaman muka seperti ini :

Yang perlu kita lakukan berikutnya cukup klik nomor 1 dan 2 sesuai gambar berikut :


Ada pilihan untuk sign in melalui Facebook dan Twitter, namun kusarankan sebaiknya via email saja. Nanti kita akan mendapatkan konfirmasi melalui alamat email dan kita diharapkan untuk mengaktivasi akun LeBuy kita pada link yang telah disertakan di situ. And tadaaaaa.... semudah membalikkan telapak tangan, here is my LeBuy account *tampang sumringah

First Capture : My LeBuy account
    Semudah membuat akun dan registrasinya. Begitu pula saat memulai posting untuk pertama kalinya. Tidak sulit sama sekali loh. Kita tinggal mengisi judul postingan dan beberapa keterangan tentang produk yang ditawarkan. Upload foto-fotonya pun mudah sekali, tinggal klik lokasi yang disediakan untuk kelengkapan gambar produk, segera kita akan terhubung ke lokasi penyimpanan gambar yang kita miliki. Masukin deh foto-foto produkmu. Jangan lupa tambahkan lokasimu serta kategori yang sesuai. Ada 25 kategori di LeBuy yang bisa kita pilih untuk merepresentasikan produk kita. Ini dia detailnya :
Setelah memilih salah satu kategori yang sesuai dengan produk, tinggal pencet ikon MAJU untuk melanjutkan proses posting. Jadilah seperti ini, here we go.....
Second Capture : My First Posting
Saat melakukan posting kedua aku pun langsung ngeh ternyata ada ikon share ke Facebook dan Twitter. Fasilitas untuk menerima pesan juga ada loh (keunggulan inbox ala LeBuy yang akan dibahas berikutnya)

    Setiap postingan yang kita buat bisa langsung di-share ke social media yang kita punya seperti Facebook dan Twitter. Mau share via email ke teman-teman dan saudara juga bisa. Ketiga tombol penghubungnya sudah disediakan dan siap untuk digunakan. Cepat sekali, tidak buang-buang waktu untuk mencari ikonnya karena terpasang tepat di area yang mudah terlihat, di samping foto produk dan di atas Posting Owner.

    Oya, untuk tetap terhubung dan keep updated dengan LeBuy di social media, aku pencet like fanspage Facebook dan follow Twitter milik LeBuy
Third Capture : klik LIKE on LeBuy's Facebook fanspage

Fourth Capture : I'm following LeBuy's timeline on Twitter

Dengan keep in touch with LeBuy, aliran informasi tentang berbagai hal seputar jual beli dan trending topic akan semakin dalam genggaman.

    Lalu, apa sih sebenarnya kelebihan LeBuy dibandingkan dengan digital market yang lain? Inilah beberapa yang bisa kurangkum setelah ngoprek website keren ini. Tak hendak bermaksud lebay, tetapi beneran deh LeBuy ini unggul di beberapa hal :
  1. Registrasi dan posting sangat mudah, tidak ribet. Kita tinggal klik mengikuti menu dan ikon yang sangat mudah untuk ditemukan. Bahkan melalui Facebook dan Twitter pun kita bisa login ke LeBuy.
  2. Terkonsentrasinya berbagai aktivitas online kita melalui fitur My LeBuy sebagai pusat kegiatan untuk memasang dan meng-edit posting, mengirim dan menerima pesan juga comment.
  3. Ada fitur following layaknya socmed yang tidak dimiliki oleh digital market yang lain. Dengan fitur ini bisa lebih mudah memantau LeBuy users favorit yang kita follow sehingga mempercepat pencarian sesuai minat dan concern bisnis kita.
  4. Tersedia widget di fitur My LeBuy untuk memantau kategori yang sudah kita pilih sebelumnya.
  5. Bisa menerima notifikasi berupa komen ataupun message kapan pun melalui gadget.
     Point ke-5 tadilah yang menjadi favoritku. Bahkan saat berpromosi melalui social media sekalipun, kita tetap harus masuk ke  akun socmed itu dulu baru bisa mengakses informasi. Tapi di LeBuy tidak harus seperti itu. Ada PUSH EMAIL. Fitur terbaru yang sangat kusuka ini membuatku lebih mudah membalas komentar maupun message yang terkirim ke akunku.
Notifikasi komentar di akun LeBuy kita yang langsung masuk ke email

Menerima notifikasi LeBuy dan membalasnya langsung via gadget

     Tidak hanya kemudahan saat menerima pemberitahuannya saja, namun dengan Push Email kita bisa langsung reply via email itu, tak perlu masuk atau Login dahulu ke akun LeBuy kita. Tinggal berikan respon, send email, langsung masuk deh tanggapan kita. Cepat dan praktis. Komentator postingan kita tak perlu menunggu lama-lama. Ntar keburu lari donk kalau tidak cepat-cepat dijawab. Benar kan?
Aku bisa langsung memberikan jawaban via gadget tanpa perlu untuk login terlebih dahulu
    Yeah, keren sekali lah LeBuy. Segala kemudahan disajikan kepada kita yang ingin memanfaatkan keramahan dan ketepatan fitur yang dimilikinya. Tak perlu ribet, tak perlu pusing, dan yang jelas GRATIS tis tiiisss... tak perlu mengeluarkan biaya. Juga tak perlu pusing memikirkan sistem pembayaran yang ribet. LeBuy tak hanya ditujukan bagi yang concern pada bisnis semata. Untuk yang berniat mengenalkan berbagai lokasi wisata, kuliner ataupun produk-produk berkualitas non dagangan pun akan dipermudah oleh berbagai fitur lincah LeBuy.

    Jadi tunggu apa lagi Sob, yuk buruan gabung ke digital market yang asyik dan praktis ini. Jangan sampai menyesal dan berasa pengin getok kepala sendiri seperti diriku ini lho yang tidak memanfaatkan berbagai fitur unggulan LeBuy dari dulu.   

Come on, be LeBuy-er and feel the differences. 
See you soon in LeBuy


Tulisan ini diikutkan pada LeBuy Review Give Away with TomKuu



>>>> Read More >>>>