Pages

  • Home
  • About
  • Contact

Thursday, May 30, 2013

Cinta Harpitnas

Siapa yang suka harpitnas? Itu tuh, hari kejepit nasional. Kemarin libur, tapi hari ini masuk, padahal besok ketemu tanggal merah lagi. Hari yang paling tidak aku suka bagaikan membenci cewek-cewek hobi php (pemberi harapan palsu). Sekaligus mendorong aku giat belajar demi cita-cita menjadi pengusaha spesialis percetakan kalender. Kelak dengan jabatanku sebagai direktur utama, seluruh harpitnas akan menggunakan warna merah. Sayangnya, aku mengawali harpitnas kali ini dengan hujan kesialan, seakan dewi fortuna tengah cuti liburan ke Timbuktu. 
Sumber sialku sebenarnya adalah si Tyrannosaurus. Dia bukan hewan peliharaan, tapi kendaraan roda empat yang suara mesinnya mirip singa kelaparan tujuh hari. Belum lagi  Pakdhe Juki, supir pribadi, baru tahu kalau ban mobil bocor. Apalagi ban serep ternyata semalam menjadi camilan pesta para tikus rumah. Untuk sementara, si Tyrannosurus rawat inap dulu di bengkel terdekat.
“Pakdhe! Terus aku ke sekolah naik apa?!” keluhku dengan suara yang konon mirip Justin Beiber lagi batuk pilek. Bibirku mengerucut, tangan berkacak pinggang, dan menatap tajam Pakdhe Juki bak memergoki maling jemuran. 
    Tapi, bukan Dito Valentino namaku kalau tidak memiliki stok ide cemerlang. Buru-buru aku memetakan rencana kilat. Aku harus tetap berangkat sekolah demi berjumpa dengan Katty Perry, adik kelas yang bakal menerima cintaku selepas sekolah, sesekali sok cakep boleh kan. 
Pertama, meluncur ke sekolah dengan taksi. Tapi, Papa Mama baru saja meluncurkan peraturan embargo uang jajan gara-gara nilai fisikaku lengket sama angka empat. Memangnya Pak Supir Taksi mau menerima uang bergambar Barbie milik adikku yang masih balita? Apalagi Papa Mama sudah melesat ke kantor mengingat hari ini adalah tanggal gajian. 

    “Pakdhe antar pakai sepeda onthel ini,” ujar Pakdhe Juki sembari menepuk sadel. Dia menambahkan, “Sepeda tua begini, masih terawat lho. Nanti Pakdhe lewat jalan tembus saja biar cepat,” Pakdhe Juki nyengir merasa memiliki usul brilian. Enak saja, apa kata teman-temanku nanti, sudah wajah seganteng pacar Selena Gomez ini naik sepeda onthel? Bisa jadi, bukan Katty Perry yang menerima cintaku, tapi Katty Perih, hiks.

    Baiklah, rencana kedua adalah minta tolong Yudis, sahabatku. Jemariku menggurita di dalam tas. Meraih handphone. Lalu menghubungi ponsel Yudis. Yen ing tawang ono lintang cah ayu… Wedeh nada sambung Yudis sangat keroncongis. Tapi sampai lagu bahasa jawa itu berganti musik merinding disko, Yudis tidak mengangkat teleponnya! Membuatku galau level tungku. Keringat dingin makin mengalir deras apalagi enggan mencicipi sepeda onthel najong. Tertangkap oleh ekor mataku Pakdhe Juki yang bergeming di samping sepeda onthel. Yah, no other choice, kali ini dengan berat hati harus menggadaikan kegantenganku di atas sepeda jelek keramat itu.  “Yo wisPakdhe, buruan anter aku,” akhirnya si Ganteng mengalah. Cie…
Sepeda tua Pakdhe Juki terbukti ampuh meliuk-liuk nrabas jalan-jalan tikus. Aku menginjakkan halaman sekolah pada lima menit sebelum bel berdentang. Aku bergegas loncat dari boncengan karena biang malapetaka menunggu. Pangky adalah kompetitorku dalam berebut si bulu-mata-lentik-anti-badai, Katty. Pangky baru saja menutup pintu mobil Me**y terbarunya.
“Hahaha… kenapa mas bro, sudah enggak punya kartu kredit ya? Mana mobil lo? Lo gadai ya? Mbok ya ditukar mobil yang agak murahan dikit kenapa. Ini malah dituker sepeda unto,” nyinyir Pangky. Maklum, Pangky memang turunan bule-Jawa-Betawi, jadi bahasanya juga campur aduk kek gado-gado.
“Bukan urusanmu,” jawabku sengit.
“Jangan lupa nanti jemput aku dengan si Tyrannosaurus,” bisikku kepada Pakdhe Juki.
Cepat-cepat kutinggalkan Pakdhe Juki dan Pangky. Daripada telingaku panas gara-gara Pangky terkekeh memergokiku berangkat ke sekolah dengan sepeda yang katanya pernah dipakai Pakdhe Juki kencan bareng Ratu Elisabeth.
Tak sabar rasanya menjalani proses belajar mengajar. Ingin lekas pulang dan bertemu dengan Katty yang acap kali membuat ilerku keleleran. Kulit kuning langsat, bodi langsing, rambut panjang nan beruban, eh. 
Jam istirahat yang rencananya aku manfaatkan dengan menyapa gebetan, justru bertemu dengan cewek ganjen. Bryna, cewek centil agak-agak jijay ini kata teman-teman sekelas lagi naksir berat ke aku. Dia duduk di hadapanku seraya menyunggingkan senyuman. Memamerkan lesung pipit yang besar hingga aku bisa memasukkan kerikil di dalamnya.
“Dito mau ke kantin?” tanya Bryna. Suaranya dia buat semerdu mungkin sampai membuat Yudis terlelap. Zzz… zzz… zzz…
Aku mengangguk, “Mau sih, tapi…”
“Aku juga mau!” potong Bryna antusias.
“Eh, enggak jadi deh. Aku menyandarkan punggung. Menjauh dari wajah Bryna.
“Kalau begitu, Dito mau kemana?”
“Kemana saja asal tidak ada kamu.”
Ups. Bryna tak patah arang.
“Kalau cokelat suka?” tanya Bryna sembari menyodorkan sebatang cokelat.
“Suka tapi bukan dari kamu.”
Krik... krik… krik…
Dentang bel menyelamatkanku dari terkaman Bryna yang taringnya mirip pisau tukang jagal sapi, serem!
***
Kriiiinnng. Yeah sekolah telah usai. Buru-buru aku menyambar tas, menyampirkan di bahu dan beranjak. Kelas Katty menjadi sasaran utama langkahku. Sampai di ujung koridor, aku mendapati Pangky sudah nongkrong. Pangky mengajak Katty ngobrol, sesekali tawanya menggelegar sengaja membuat batinku membara. Lagaknya sok akrab dengan My Selena Gomez. Aku mengepalkan tangan, Asem!
“Uhuk… uhuk,” aku pura-pura batuk ketika berdiri di dekat mereka.
Mereka berdua menoleh ke arahku. Yang satu berekspresi malu dengan pipi bersemu, dan yang satu lagi nyengir kuda. Kira-kira sudah paham kan ekspresi siapa itu?
Konon, kalau kita berduaan maka orang ketiga adalah setan. Kurang lebih, itulah sosok Pangky. Dimana aku mau mencari suka cita, di sana lah dia selalu membawa duka cita. Ampun deh.
“Mas Pangky, Katty pulang dulu. Bang Dito sudah datang,” ujar Katty memecahkan suasana dingin.
Aku menarik dua sudut bibir. Senyum kemenangan. Batinku menggelinjang sampai aku ingin menari hula-hula, tapi ingat harus jaga image di depan gebetan. Nanti saja, jogetnya kalau di kamar sendiri.
Katty mengiringi langkahku hingga depan halaman sekolah. Aku celingak-celinguk mencari si Tyrannosaurus. Cukup lama menanti kedatangan Pakdhe Juki. Lamanya bagaikan smoothing rambutnya Candil. Kasihan Katty. Dahinya sudah penuh keringat mirip jagung-jagung montok. Wajahnya mulai pasi karena terik siang bagaikan mentari nemplok di atas rambut.
Ditambah Pangky sok setia menemani kami. Hush… hush! Sana kamu, enggak pulang dulu kenapa sih coy.
Ciiiittt…Mobil kecil berwarna pink norak berhenti di depanku. Kaca jendela turun dan seorang cewek menyapaku kegenitan. “Hai Dito, pulang bareng aku saja yuk? Daripada kepanasan,” suara nenek lampir Bryna terdengar meraung di siang yang gersang itu. Duh, merana sekali hatiku ini. Kenapa cobaan dunia ini terus beruntun menerpaku? Kenapaaa???!
Pangky, yang sok gentleman menawarkan tumpangan ke Katty. “Gimana kalau Mas Pangky anter Katty? Kasihan cantik-cantik kok dijemur kayak gini.”
“Tunggu!” aku menahan langkah Katty. Pandanganku tertuju pada sosok Pakdhe Juki yang mulai nongol batang hidungnya. Pakdhe Juki meluncur terseok-seok. Tapi kok… Aku memincingkan mata. Mengucek mata. Memastikan kalau pandanganku masih normal. Pakdhe Juki menggenjot sepeda tua! Haduuuh. 
Kuhela napas dalam-dalam. Ingin sekali membenamkan wajah dengan telapak tangan. Oh tidak, Pakdhe Juki makin mendekat. Katty memandangku dengan dahi berkerut. Pangky terkikik geli. Dan si lampir Bryna pun makin tersenyum menggoda.
Cinta terkadang bagaikan harpitnas. Berdiri di antara dua hati. Seperti Katty yang terjebak antara cintaku dengan Pangky. Dan, aku yang berada di persimpangan hati antara Katty dengan Bryna. Tsaaah. Tapi kali ini, harpitnas aku rayakan dengan berada di antara Pakdhe Juki dan Sepeda onthel. 

Tulisan Uniek Kaswarganti berkolaborasi dengan Wuri Nugraeni
>>>> Read More >>>>

Sunday, May 26, 2013

Pemenang GIVE AWAY : PEREMPUAN DAN BISNIS

Perempuan dan Bisnis, sumber gambar dari sini
      Pheeww..... ternyata memilih tulisan yang bagus dari sekian banyak yang berkualitas memang tidak mudah. Ini terbukti dari puyeng yang kurasakan saat membaca satu persatu tulisan peserta Give Away : Perempuan dan Bisnis.
Puyeng, ngantuk karena semalaman tak tidur, dan 'boyok semplok' karena duduk berjam-jam. Lebay nian ya gayanya ;) Mohon dimaklumi, daku ini masih beginner banget, baik dalam membuat tulisan maupun nge-blog. Jadi nanar berjam-jam memelototi 25 tulisan yang semuanya bagus untuk menentukan Pemenang Give Away : Perempuan dan Bisnis ini tentu bukanlah hal yang mudah.

    Eh tapi bener kok, tulisan yang sejatinya kuharapkan dapat bermanfaat untukku pribadi, bisa menyemangati gundahnya hati yang sedang butuh mood boaster untuk giat berdagang lagi ini, ternyata sangat luar biasa cara penyajiannya. Tidak hanya bermanfaat untukku saja loh, buat siapa saja khususnya perempuan dapat membaca tulisan dari para peserta GA ini.

    Tidak hanya menyajikan curhatan atas pengalaman pribadi tentang bisnis saja, banyak yang menyampaikan pesan yang penuh dengan motivasi bagi perempuan untuk terus yakin akan kemampuan bisnis yang dimiliki masing-masing personel. Ada juga yang membagi tips praktis berbisnis. Bahkan ada beberapa yang memaparkan penulisannya dengan gaya yang unik namun mengena. Aku bahkan sempat tergoda untuk segera mengkontak beberapa penulis yang punya produk-produk unik di lini bisnisnya. Wohoooo.... berarti ya menginspirasi dan sekaligus sukses berpromosi. Sip lah ;)

    Sebelumnya daku minta maaf bila tenggat waktu pelaksanaan GA ini sangat cepat, hanya lima hari. Pada awalnya GA ini kupersembahkan untuk teman-temanku di Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang yang pada hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013 mengadakan workshop kepenulisan dengan narasumber bang Boim Lebon, penulis kocak (ingat Hilman dan Lupus-nya kan bila melihat sosok bang Boim ini) yang baru saja mengeluarkan buku baru, Tiga Anak Badung. Namun akhirnya kupikir lebih baik membuka GA ini untuk teman-teman blogger di luar IIDN. Aku ini penggemar silaturahim, jadi memperbanyak teman tidak hanya di satu kalangan saja tentu akan lebih baik. Banyak teman banyak rejeki, betul?? :D

    Singkatnya waktu ini ternyata juga membuat ada beberapa teman yang terlambat mengirimkan tulisannya. Aku minta maaf yang sebesar-besarnya ya teman, hanya mencoba untuk fair pada peserta yang lain, yang telah berusaha menulis dan submit jauh-jauh sebelum DL. Insya Allah bila ada rejeki lain kita akan bertemu di GA berikutnya yaaa... entah itu GA-ku ataupun GA teman-teman yang lain. Aku juga senang ikutan GA milik teman-teman loh, bersilaturahim sembari harap-harap cemas akan hadiahnya ;)

    Maaf sekali lagi karena janji untuk mengumumkannya sebelum pukul 20.00 Sabtu 25 Mei 2013 tidak bisa kupenuhi karena satu dan lain hal. Adapun point-point yang digunakan untuk penilaian (berdasarkan petunjuk teman yang biasa menilai tulisan) adalah konsistensi pada topik, penuturan yang runut dan mudah dipahami, efek pada pembaca (menginspirasi) dan keunikan gaya penulisan. Ini bukan hal yang mudah karena tulisan para peserta rata-rata memenuhi semua point yang kusebutkan di atas. Aku sudah berusaha semampuku dan here they arePemenang Give Away : Perempuan dan Bisnis :

    Semua yang membaca tulisan ini pasti setuju bila beliau terpilih sebagai pemenang GA ini. Aku sampai kehabisan analogi untuk menggambarkan tulisan yang padat, yang tak akan lepas satu persatu kalimat yang dituturkan dari mata kita, terus ingin melanjutkan membacanya tanpa melewatkan satu pun ulasannya.

Selamat mba Ika Koentjoro..... tulisan mba benar-benar mempesonaku. Pada tulisan Perempuan dan Bisnis : Bekal Mental Pengusaha  mba Ika tak hanya membawaku pada pengalaman masa lalunya yang menginspirasi, namun juga berbagai logika sederhana yang sangat masuk akal, sangat menginspirasi. Untuk memulai keberanian berbisnis bagi perempuan pun juga ada saran-saran sederhana nan bernas melalui contoh yang ada di kesehariannya. Mba Ika, selamat ya, buku karya Achmad Munif yang berjudul Kisah 40 Perempuan yang Mengubah Dunia ini untuk anda. Oya, buku ini sangat ingin kumiliki dan kubaca. Meskipun bukan terbitan baru, saat melihatnya di toko buku mataku langsung berbinar-binar ingin memilikinya. Aku ingin tau seperti apakah kisah perempuan-perempuan hebat ini, paling tidak yang tampak di cover buku. Semoga bermanfaat ya mba Ika, aku aja belum baca lho (nanti kalau udah baca aku diceritain ya, via resensi juga gak apa-apa hehehee..)

    Berikutnya siapa yaaaaa.... ;)

Ahaaa....ada tulisan mba Ayu Citraningtias Perempuan, Internet, dan Bisnis yang berhasil memikat hatiku. Lewat goresan pemikirannya yang tertuang padat dan sederhana, tulisan ini mampu menampilkan inspirasi berbisnis bagi perempuan. Berbisnis itu ternyata tak perlu rumit-rumit dipikirkan, cukup dijalankan. Sama dengan tulisan mb Ika Koentjoro, di sini pun mba Ayu juga menceritakan saat dia jatuh terpuruk saat berbisnis. Namun di situlah seninya berbisnis. IMHO orang yang berbisnis sekali langsung sukses tentulah punya jatah keajaiban yang luar biasa dari Sang Pencipta, sangat layak disyukuri. Kita yang harus menerjang berbagai kegagalan untuk bisa terus melaju dalam bisnis tentunya juga layak bersyukur atas kekuatan yang harus selalu kita miliki untuk 'tegar menghadapi badai'. Wah, ternyata daku ini suka bergaya bak motivator ya, ngapunten ;)  Selamat mba Ayu, celemek anti minyak dan noda ini semoga bermanfaat. Silakan digunakan saat melakukan aktivitas yang potensial membuat baju kotor. Meskipun kotor itu baik (sesuai slogan salah satu detergen) tentu saja tak rela kan kalau baju kesayangan kita kena noda minyak, tanah, atau pun yang lain ;)  Sukses terus untuk Gendhis Boutique dan Nyonya Gendhis-nya yaaa..

Nah, bila ada tulisan yang di dalamnya ada sesuatu yang tak sesuai dengan apa yang selama ini ada di jalan pemikiranku, ya di tulisan mba Armita ini. Pada Cara Memulai Bisnis Online Bagi Ibu Rumah Tangga mba Armita membuatku mak thiiiinggg..... eh, bagi yang bukan orang Jawa mak thing itu semacam ada bohlam yang tiba-tiba menyala di atas kepala kita kalau di film kartun itu ;) Jualan jasa itu ternyata potensial ya, baru ngeh aku. Matur nuwun ya mba, dirimu sungguh menginspirasi. Trus masalah ijin suami, aku selama ini kok tidak pernah minta ijin ya, sungguh ora nggenah, apa-apa dilakukan sendiri. Kupikir asal melakukan yang baik pastilah suamiku merestui. Heheeee....ternyata tidak begitu to? Oke, untuk mba Armita kuhadiahkan kerudung paris segi empat dari salah satu jualanku Savfa Collection. Semoga suka ya mba, sama seperti aku menyukai tulisanmu ;)

    Tulisan berikutnya yang juga berhasil menjadi pemenang adalah :

 Selamat ya mba Reni dengan tulisannya Ketika Perempuan Berbisnis, mba mendapatkan tumbler imut ini. Semoga bermanfaat ;)  Meskipun tanpa cerita pengalaman pribadi, ulasan mba Reni mantab. Aku setuju dengan point-point yang disampaikan dalam tulisan itu. Toss dulu mba..... ;)



Yang tidak kalah menariknya adalah Bisnis Tanpa Modal Untuk Perempuan. Tulisan dengan gaya bertutur khas 'anak muda' (eits...emangnya si empunya GA udah uzur apa hehehee....) ala Arga Litha juga mampu memberikan inspirasi bagi perempuan untuk berteguh hati melakukan bisnis karena kesempatannya sangat terbuka luas. Selamat menikmati buku Menulis & Menerbitkan Buku Fiksi & Non Fiksi ini. Sama dengan buku yang kuhadiahkan pada mba Ika tadi, yang ini pun aku belum baca. Kujadikan hadiah GA karena aku yakin yang menerimanya pasti juga sama inginnya dengan diriku untuk membacanya. Semoga bermanfaat :)

    Aku masih punya empat buah pembatas buku dari rajut hasil karya kakakku tercinta, yang selama ini berbisnis bersamaku dengan brand BC Collection.


Nah, pembatas buku ini jatuh kepada empat tulisan keren berikut ini :
1. Harmonisasi Hobi, Passion, dan Uang (Wuri Nugraeni)
2. Memulai Bisnis Online bagi Ibu Rumah Tangga (Istiq Ps)
3. Perempuan dan Bisnis : Fokus, Telaten dan Serius (Leyla Hana)
4. Memulai Online Shop dengan Sistem Dropship (Miss Rochma)

    Selamat ya semuanya..... Tulisan yang diikutkan pada Give Away : Perempuan dan Bisnis ini semuanya bagus, keren, runut dan memotivasi. But I have to choose, mau tak mau tidak semuanya bisa beruntung mendapatkan hadiah. Untuk yang belum beruntung jangan kecewa ya. Terima kasih untuk partisipasinya dan kesempatan pertemanan yang telah diulurkan. I do appreciate it.

    Bagi para Pemenang Give Away : Perempuan dan Bisnis, silakan segera mengirimkan alamat padaku. Bisa via inbox akun Facebook Uniek Kaswarganti, DM ke UniekTweety, ataupun via email ke uniek.kaswarganti@gmail.com. Insya Allah hadiah sesegera mungkin dikirimkan.

    Sekali lagi terima kasih banyak untuk semuanya yang sudah mengikuti give away ini. Tiada kesan give away ini tanpa partisipasimu. Apalah arti diriku tanpa dirimu. hasyaaahhh.....lebay kumat :) Senang sekali bisa makin mengenal rekan-rekan blogger semua melalui event ini. Semoga rekan-rekan juga merasakan hal yang sama. Maafkan bila ada hal-hal yang kurang berkenan.



>>>> Read More >>>>

Friday, May 24, 2013

Give Away : Perempuan dan Bisnis

sumber : drwox.com
    Tiba-tiba teringat target pribadi yang sudah berbulan-bulan terlupakan dengan seribu satu alasan. Yang sibuk urusan di kantor lah, sibuk dengan anak-anak lah, sibuk hang out lah, halaaahhh... aku ini memang paling jago bikin alasan. Nah, target pribadi apakah itu?

    
Bisnis. Sebenarnya apa sih bisnis itu? Di Wikipedia disebutkan bahwa bisnis kurang lebihnya berarti menjual barang atau jasa kepada konsumen. Secara historis kata bisnis itu berasal dari business yang artinya sibuk, dalam artian sibuk mengerjakan aktivitas yang mendatangkan keuntungan.
 
mau start dari mana? picture by credit
  Ada yang bingung kah saat pertama kali mau berbisnis? Harus mulai dari mana? Ah ya, aku pun begitu. Pertimbangan finansial dan alokasi waktu memang jadi unsur penentu dimulainya bisnis. Namun bukan berarti tak bisa dimulai toh?     

    Saat ini sudah banyak sekali media yang bisa digunakan sebagai sarana menjalankan bisnis. Bila semula bisnis mengandalkan kekuatan tatap muka, saat ini bisnis di dunia maya pun tak kalah menjanjikannya. Pelaku usahanya pun tak terbatas pada mereka yang jago internetan. Ibu rumah tangga pun sekarang sudah banyak yang mumpuni, bisa mandiri secara finansial dengan berbagai teknik bisnis yang beraneka ragam. Perempuan bekerja seperti diriku pun juga tak mau hanya terpaku pada gaji bulanan saja. Memiliki bisnis sendiri membuat pikiran, konsentrasi dan imajinasi terus berputar. Kita dituntut untuk tidak stagnan. Berat kah itu ?

    Nah, untuk mendukung dan terus menyemangati perempuan dalam berbisnis, kali ini aku ingin mengajak teman-teman semua untuk meramaikan Give Away : Perempuan dan Bisnis. Silakan sharing pemikiran, opini, saran, pengalaman pribadi atau apa pun seputar Perempuan dan Bisnis. Yang mau sharing tidak terbatas dari perempuan saja loh, mas-mas, bapak-bapak, pakdhe, oom ataupun eyang kung juga boleh ;) Mohon sharing tersebut diwujudkan dalam bentuk tulisan di blog masing-masing. 

Syaratnya tidak terlalu rumit kok, monggo :
  1. Follow / joint blog saya ini 
  2. Cantumkan link tulisan di kolom komentar postingan ini
  3. Tulisan boleh dari koleksi postingan lama ataupun baru, namun agar lebih menggelorakan semangat menulis, mendingan bikin yang baru aja deh :)
  4. Bagi yang punya akun Facebook dan/atau Twitter, sekalian mention akunnya. Tidak harus add akun facebook ataupun follow twitterku, tapi bila mau add dan follow ya monggo, karena akan mempermudah nanti saat pengumuman pemenang, kan aku tinggal mention aja (golek penake dewe) ;)
  5. Kesempatan menulis memang tidak terlalu lama. Give away ini kubuka mulai dari dipublish-nya postingan ini hingga Jumat tanggal 24 Mei 2013 pukul16.00.  Semoga dimaafkan rentang waktu yang singkat ini karena sesuatu dan lain hal. 
  6. Pengumuman pemenang pada tanggal 25 Mei 2013, bersamaan dengan event workshop Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang bersama bang Boim Lebon, penulis kocak, dengan buku terbaru 3 Anak Badung. Untuk yang selain IIDN dont' worry, tentu saja pengumumannya via postingan blog tersendiri dan juga via Facebook serta Twitter.
  7. Oya, jangan lupa, di akhir postingan mohon dicantumkan tulisan ini disertakan pada Give Away : Perempuan dan Bisnis, dengan link mengarah ke postingan ini. Terima kasih dan nuwun sewu sudah merepotkan :)
    Di sini jurinya ya hanya diriku seorang, hadiahnya juga dari daku semata. Belajar mandiri ceritanya nih ;) Nah, hadiahnya apa saja? Meskipun tidak berupa kulkas, AC, motor ataupun barang-barang mahal lainnya, semoga rekan-rekan tetap berkenan ikutan Give Away ini ya ;)  Hadiahnya tidak berdasarkan peringkat, akan kubagikan secara random saja. Ini kan Give Away kecil-kecilan saja, untuk menambah erat silaturahmi kita bersama. Setuju ya? No hurt feeling kan? :)




  1 buah buku Kisah 40 Perempuan yang Mengubah Dunia
  Kondisi : 100% baru, masih tersegel
    

1 buah celemek anti noda dan minyak dari Tupperware. Memasak atau pun aktivitas lain yang membutuhkan proteksi baju, hayuuukk aja ;)





 



1 buah kerudung segi empat Tiedye berbahan paris yang lembut, dari koleksi Savfa Hijab (usaha kecil-kecilanku berjualan kelengkapan hijab)
1 buah Tup tumbler dari Tupperware, ini juga dari jualanku meskipun gambar pinjam dari lapak orang ;). Yang digunakan untuk hadiah itu yang berwarna peach ya, sweet kaaannn?

1 buah buku Menulis & Menerbitkan Buku Fiksi & Non Fiksi, baru & masih tersegel
  
    Pembatas buku berbahan rajut dari BC Collection, salah satu usaha kecil-kecilanku yang mengkhususkan pada aksesoris rajut. Jumlah pembatas buku yang akan kubagi tergantung banyaknya peserta Give Away. Jadi kesempatan untuk mendapatkannya sangat lah luas



    Terima kasih untuk yang berkenan joint di blog ini dan mengikutkan tulisannya pada Give Away : Perempuan dan Bisnis ini. Semoga makin erat silaturahim kita semua. Mohon maaf bila ada salah kata ataupun ada yang kurang berkenan. Asli, rada-rada nervous nih diriku, maklum blogger pemula koq berani-beraninya bikin give away :D Semoga rekan-rekan blogger yang sudah senior berkenan pula untuk berjabat erat denganku melalui give away kecil-kecilan ini. Ini salah satu wujud terima kasih atas ilmu-ilmu blogging yang telah ditularkan dalam rentang kurang dari setahun aku mulai nge-blog. iiihh...telat banget ya nge-blog nya. Ya, mau gimana lagi, better late than never  lah ;)

    Salam hangat dariku di Semarang ;)

>>>> Read More >>>>

Thursday, May 23, 2013

IIDN??? enggak nyangka bangeeeddzzz...

    Masih teringat pada ucapan seorang penulis senior tentang sesuatu hal di penulisan fiksi, bahwa tidak ada yang namanya kebetulan untuk dijadikan dasar logika cerita. Pasti ada alasan, motif, sebab-akibat hingga cerita itu terbentuk. Rupa-rupanya itu pula yang terjadi di dunia yang bukan fiksi ini.
    Pada 10 Maret 2012 aku diajak rekan sekantor untuk mengikuti talkshow yang diselenggarakan oleh majalah Ayahbunda.
Bertajuk Bicara Efektif Pada Anak, acara ini menghadirkan pembicara cantik dan mempesona, Becky Tumewu. Terus terang aku tertarik untuk datang ya karena pembicaranya yang menarik ini. Aku pun tak kecewa saat acara berlangsung, semuanya tersusun rapi. Jadwal acara tepat, mba Becky membawakan kiat-kiat berbicara efektif pada anak secara to the point, dapat tabungan seratus ribu hanya dengan menebus undangan sebesar lima puluh ribu, goodie bag exclusive, waaahh.... banyak sekali yang kudapat hari itu.
    Trus, apa hubungannya dengan IIDN coba? koq dari tadi enggak nyenggol sama sekali? hehehee... sebentar, wait a moment, attendre un moment, aspetta un momento (halaaahh malah kayak proyek terjemahan), ada cerita tak terduga di balik itu *sok misterius :D
    Ceritanya masuk acara makan siang nih sebelum sesi foto bersama dengan mba Becky seperti terpampang di atas. Ambil makan dan bawa balik ke meja lagi, aaahh....pasti lebih menyenangkan daripada makan sambil berdiri di luar. Bener saja, ibu-ibu dan bapak-bapak peserta talkshow ini kembali ke meja masing-masing untuk melanjutkan 'hang out' dengan teman semeja. Ups, mejaku koq malah sudah ditempati orang lain. Akhirnya ngungsi deh ke meja di sebelahnya.
    Sembari makan aku menunggu kesempatan untuk bisa promosi dagangan rajutku, seperti yang tadi kulakukan di mejaku semula. Tadi lumayanlah, bros-bros rajut aneka rupa bisa keluar dari kantong penyimpanan, plus tukar no telpon dan pin BB (bisnis akan berlanjut rupanya hehehe....). Kesempatan itu rupanya tak bisa dinanti, harus aktif nih sepertinya. Sok kenal sok akrab saja akhirnya aku nimbrung pada pembicaraan rekan semeja. Berhubung style sok akrab dan humorisku mengena (ciee cieeee...) akhirnya aku bisa berkenalan dengan mba Hidayah dan mba Apik. Bincang sana bincang sini akhirnya aku bisa juga memperkenalkan produk rajutku pada mereka. Mba Hidayah alias Mba Wati ini pun memperkenalkan komunitas yang dia ikuti yaitu Ibu Ibu Doyan Nulis.
    Wah, apaan tuh? tanyaku saat itu. Aku dipersilakan gabung saja di grup FB dengan nama serupa. Oke lah, tambah kenalan pasti juga tambah wawasan dan rejeki. Gabunglah aku ke sana. Nah, di kemudian hari baru lah aku sadari bahwa moment di atas adalah awal perkenalanku dengan IIDN.
    Pertama gabung aku cuma menyimak saja 'lalu lintas informasi' yang ada di grup FB milik IIDN Semarang. Baru berani ikutan kopdar pada 20 Mei 2012 saat salah seorang anggota IIDN, mba Aan Diha mempublikasikan acara talkshow parenting dengan tema Seni Membangun Karakter Anak dengan Cinta Yang Berpikir, sekaligus bedah buku dengan judul Cinta Yang Berpikir bersama penulisnya langsung, mba Ellen Kristi, MHum. Materinya absolutely amazing, great, wacana luar biasa tentang sistem pembentukan karakter anak. Pada saat mengikuti acara ini, walaupun sudah gabung di grup IIDN, namun terus terang aku belum mengenal secara pribadi masing-masing anggota IIDN Semarang ini. Yah, biasa, sok kenal dan sok akrab lagi deh jurusnya. Berhubung datang paling awal, bantu-bantuin mba Aan aja nyiapin tempat. Geser-geser tempat duduk untuk mendapatkan angle yang baik, menata penganan dan minuman di masing-masing meja dan kenalan dikit dengan mb Aan beserta suami dan gadis kecilnya Sophie. Baru lah di akhir acara bisa berkenalan lebih jauh dengan anggota IIDNS yang lain, yaitu mak Dewi Rieka, Fenty, Wuri, mba Wati dan Taro. Ya, pada waktu itu kenalnya ya baru beberapa orang ini.
     Setelah acara tersebut aku makin sering mengikuti informasi dari komunitas emak-emak keren ini. Beberapa kali mereka kopdar namun aku belum pede untuk ikutan. Ngeper kalau orang Jawa bilang, lha kebanyakan udah pada penulis handal. Udah ada yang bisa bikin novel sendiri, ada penulis buku pelajaran, penulis artikel di media massa, wuuiihh keren beud lah kata anak muda sekarang ;)
     Mulai tergerak untuk makin aktif menimba ilmu nulis dari anggota-anggota yang lebih dahulu join di komunitas ini, aku pun memberanikan diri untuk kopdar lagi dengan emak-emak IIDNS. Pas ada event yang diadakan oleh emak-emak keren ini, pelatihan menulis wisata. Enggak tanggung-tanggung, mengundang kang Gol A Gong euuyy.... sip tenan. Pesertanya lumayan banyak, tidak hanya dari anggota IIDN saja, namun peserta di luar IIDN juga banyak.
25 November 2012, Pelatihan Menulis Wisata bersama Gol A Gong
    Di event itu aku tak terlalu bisa membantu banyak. Terkendala susahnya 'cabut' dari kantor, aku hanya bisa bantu nyumbang 'sponsor', kebetulan ada teman kuliah yang punya usaha homespa. Lumayan lah, dapet 5 voucher free perawatan. Ajaibnya, empat dari lima voucher ini jatuh ke tangan panitia, ya maksudnya anggota IIDNS ini. Taro, Rahmi, Wuri dan akuuuuu... hihihii, lumayan untuk pengobat kepenatan menyiapkan acara ini. Selain itu ada juga mantan teman kuliah yang kerja di Sindo Radio, jadi bisa dicolek-colek juga untuk meramaikan publikasi acara ini. Tadinya juga mau nembusi Kompas TV, namun rupanya approach ke media TV tak semudah yang dibayangkan heheheee... maybe next time .
    Setelah itu makin ketagihan deh untuk 'meet n great' ;) Beberapa acara kopdar sekaligus sharing maupun bedah buku berurutan kuikuti. Sungguh keren dan luar biasa semua teman-temanku ini. Karya-karya mereka sudah 'pating tlecek' dimana-mana :)
     Yang ini karya-karya ketua suku IIDN Semarang, siapa lagi kalau bukan emaknya anak kos dodol, mak Dewi Rieka Kustiantari. Seru banget deh baca novel-novel Anak Kos Dodol, juga novel single maupun barengan lainnya. Berburu aneka buku dari emak gokil ini seakan tiada habisnya, sampai-sampai pernah nemu buku dengan tulisan gokilnya di tahun 2008. Enggak nyangka, tampilan luar kayaknya woles-woles aja, eeeh taunya gokil. Gile lu mak xixixiii... *toss
 Ada juga nih karya-karya mak Aan Diha. Tak cuma piawai novel dan buku anak, emak yang satu ini juga langganan hadir di berbagai media massa. Tulisannya mulai dari masalah parenting, tempat wisata sampai cerita anak-anak. Weleh weleeehh, borongan bener maaakkk :) Heibat tenan *thumbs up


 Karya-karya emak yang lain pun juga 'bertebaran', tidak semua bisa kuupload di sini karena saking banyaknya. Di antaranya aja nih ya yang bisa kusebut. Berbagai artikel di surat kabar oleh mba Nonie Arnee, cerpen-cerpen dari mba Lara Ahmad, tulisan mak Wati di Paras, cerpen karya mba Pipiek Isfianti di tabloid Cempaka, buku-buku matematika karya mba Rohma Mauhibah, novel Tiga Kecoak Pahlawan-nya mba Widya Rosanti. Yang baru-baru ini launching via  radio maupun bedah buku di tobuk adalah buku 101 Bisnis Online Terlaris, dua diantara penulisnya adalah mba Dian Nafi dan Wuri Nugraeni. Luar biasa kan keaktifan menulis emak-emah yahud ini. Belum lagi terhitung yang blogger sejati macam mak Rahmi Aziza. Sungguh semua kehebatan mereka ini bikin aku terkagum-kagum.
    Panas dong ya tentunya ngeliat munculnya karya teman-teman yang silih berganti hadir. Akrab di grup fesbuk tentunya juga makin mengikuti sepak terjang kepenulisan anggota grup yang lain. Pada wira wiri aja tuh tulisan emak-emak IIDN Semarang. Aku pun jadi tergerak untuk makin rajin latihan menulis di antara padatnya jam kerja, tak hanya jam kerja di kantor, tetapi jam kerja momong bocah di rumah :D     Alhasil, meskipun baru bisa nongol di antologi via indie publisher, tulisan pertamaku pun bisa dibaca oleh teman-teman yang rela memesan buku ini 

Mencoba peruntungan, beberapa kali ikutan event antologi lagi. Satu naskah tentang hijab, satu lagi tentang pernikahan. Kedua naskah ini masuk di dua penerbit indie yang berbeda. Sayang sekali hingga kini belum juga diterbitkan, jadi gak bisa pamer kan??? *digetok panci ama emak-emak hehee... Tetap semangat lah diriku, walaupun bisanya baru ikutan event-event antologi begitu. Untuk nulis buku sendiri belum kuat, masih newbie ini :)  Lumayan juga pas penerbit Gradien Mediatama bikin event My Stupid Boss Fans 2, dua naskah yang kukirim lolos semua. Kini baru proses akan digarap oleh host penulis novel asalnya. Satu langkah kecilku berkat semangat teman-teman di IIDN Semarang.
    Tak lupa juga aku bergabung dengan IIDN pusat, meskipun belum pernah jumpa. Ada Teh Indari Mastuti dan Teh Lygia Pecanduhujan. Sebelumnya pernah juga ngikutin info pas Teh Gya tinggal di Semarang, pas sebelum lahiran Ipang. Maaf banget ya Teh Gya, dulu belum sempat kenalan :)
    Terima kasih yang tak terhingga tentunya untuk semua teman di IIDN yang tiap hari memompakan semangat menulis. Enggak nyangka banget, aku yang dulunya pekerja kantor yang hampir tak punya waktu luang, sekarang jadi suka menulis dan terus belajar dari yang lebih piawai. Jadi punya 'me time' yang sangat bermanfaat. Because of IIDN lah pokoknya. Punya obsesi nih suatu saat bisa nulis novel sendiri, mungkin tidak dalam waktu dekat, masih 'hard learning' nih. But someday... someday... doain dan bantuin ya emak-emak tercinta. Nice to meet all great moms here




RE-POST tulisan bulan Maret 2013
>>>> Read More >>>>

Thursday, May 16, 2013

Mendadak Jadi Guru SD

     Pernah jadi bu guru di sekolah dasar (SD)? Pastinya berat ya? Membimbing anak-anak yang notabene masih 'belum ndolor' (belum begitu mahfum A sampai Z nya dunia) tentu butuh kesabaran ekstra.
    Yang sudah kenal lama denganku pasti gak bakalan percaya kalau kuceritakan bahwa aku pernah selama 2 tahun jadi bu guru di SD. Aku yang temperamental dan 'ngoboy' tentu tak pantas masuk penilaian sebagai bu guru idaman. Belum lagi tak punya dasar ilmu keguruan. Out of mind lah....

 Oh noooo... gak pernah ngimpi dan bercita-cita jadi guru (meskipun bapak-ibuku pasangan guru). Aku menganggap jadi guru itu bukanlah suatu cita-cita. It's nightmare.... Sungguh dangkal kala itu cara berpikirku.
Jadi bu guru itu 'sesuatu' banget ;), picture by credit
    Namun jalan hidup manusia memang luar biasa, berliku-liku dan penuh misteri. Aku yang sempat nganggur setelah keluar dari pekerjaanku sebelumnya, tanpa dinyana-nyana mendapatkan rezeki luar biasa. JADI BU GURU.
     Dan benar, just like Javanesse said, "Gething nyandhing, serik mbalik" yang artinya saat kita membenci sesuatu secara berlebihan, justru pada suatu saat hal yang kita benci itu akan 'nempel' dengan mesra ke kita. Inilah yang terjadi padaku. Gara-gara seorang ibu kepala SD yang sedang lewat di depan rental komputer, tempat nongkrongku untuk mengumpulkan segenggam receh, melihat ada jasa penerjemahan yang ditawarkan. Berkenalanlah ibu Tutik Rantini ini denganku. Aku ditawari untuk mengajar bahasa Inggris di SD yang dipimpinnya (SD Banyumanik, entah nomer berapa itu SDnya, aku sudah lupa). Di tahun 2000 pengenalan Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran (mapel) di SD masih terbilang langka. Bu Tutik ini menawarkan 2 opsi padaku, menjadi guru ekstrakurikuler (ekskul) atau guru mapel. Aku pilih yang lebih menantang lah, jadi guru mapel saja. Tanggung jawabku termasuk membuatkan soal-soal ujian akhir juga. Tak masalah donk, Bahasa Inggris-nya anak SD seberapa sulit sih *sombong.... :D
     Deg-degan banget pas pertama mau ngajar, namanya hal yang bener-bener baru dan tidak menguasai. Aku diberi tanggung jawab untuk mengajar murid kelas IV, V dan VI, dengan masing-masing 3 paralel kelas (kelas A, B dan C). Jadi aku total mengajar sembilan kelas. Saat pertama datang, ketemu dan diperkenalkan dengan para ibu dan bapak guru, yang rata-rata sudah berumur (sok muda ih), aku kikuk juga. Tidak biasa bergaul dengan guru sih. Dulu waktu sekolah pun sukanya kucing-kucingan ama guru soalnya hehehee....
     Daaannn.... tiba saatnya harus masuk kelas. Jreng jreeennggg..... what will happen ya? Suka atau tidak ya nantinya murid-murid itu padaku? Nervous deh. Tapi semua gundah gulana langsung hilang begitu kulihat mata mereka berbinar-binar. "Bu gurunya funky ya, roknya ada sobek-sobeknya. Jam tangannya juga gede, kereeennn..." (yang keren jamnya, bukan bu gurunya). Pertama kali aku mulai mengajar di kelas VI yang rata-rata anaknya sudah semi ABG. Udah ada yang centil, ada yang pinter nggodain juga. Aku dikerjain habis-habisan, diminta memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Inggris. Begitu selesai memperkenalkan diri mereka bilang, "Yes.. yes... teacher pinter". Asem tenan ik, dikerjain bocah nih ceritanya.
    Maka mulailah aku mengajar dengan metode acak adul asal-asalan. Aku tau kalau anak-anak paling tidak suka sesuatu yang 'text book' banget. Apalagi untuk pelajaran bahasa, mereka butuh pengenalan dengan metode yang menyenangkan. Waktu itu belum usum internetan, jadi aku belum nyari referensi-referensi tentang cara mengajar yang benar. Intinya yang kupahami, anak-anak akan lebih senang belajar dengan cara yang fun. Lalu, caranya bagaimana? Ya melalui permainan. Tebak-tebakan, mengisi TTS berbahasa Inggris sederhana, story telling, dan sebagainya.
     Pernah saat aku mengajar, kelasku gaduh luar biasa. Aku mengajak mereka bermain TTS via media papan tulis. Kubuat kotak-kotak di sana, nanti aku tinggal memberikan tebakan yang mengarah pada penguasaan vocabulary mereka. Tentu saja yang merasa bisa (dan kebanyakan mereka pintar-pintar loh, hanya satu dua saja yang tidak tau) langsung berebut untuk maju sambil jejeritan. Bu guru lain yang sedang mengajar di kelas sebelah merasa terganggu dan menghampiri kelasku. Aku diperingatkan untuk tidak membiarkan murid-murid berisik seperti itu. Hmmm.... piye to, masak belajar bahasa disuruh diem-dieman. Emangnya ilmu telepati :)
     Saat kelulusan menjadi momen yang tak terlupakan. Rupanya di SD itu ada kebiasaan, tiap kelas akan memberikan kenang-kenangan kepada wali kelas dan guru mapel. Dua tahun aku di sana, jadi bila setiap tahun aku menerima 3 cindera mata dari 3 kelas , berarti selama dua tahun aku sudah punya 6 cindera mata. Macam-macam bentuknya, ada yang taplak meja, tempat alat-alat tulis yang cantik, wadah untuk bekal makanan, tas, hmmm... apa lagi ya, lupa :)
     Kenangan manis saat mengajar tentu lah banyak sekali. Salah satunya adalah kegilaanku bersama murid-muridku. Rupa-rupanya mereka 'kurang' menganggap aku sebagai guru. Seperti kakak adek saja layaknya. Mungkin ini karena faktor umur kami yang belum terlalu jauh. Aku kan masih imut-imut (imut = ireng mutlak) hohoooo... Aku tak habis pikir, sebenarnya yang aneh itu aku atau muridku ya. Contohnya ini nih. Saat itu kan lagi booming film Coyote Ugly, soundtrack-nya keren banget loh : Can't Fight The Moonlight yang dinyanyikan oleh LeAnn Rimes (yang tidak satu era maaf roaming yaaaa...)


    Kebetulan aku sukaaaa banget dengan lagu ini tapi tak menguasai liriknya. Ngobrol-ngobrol lah dengan muridku. Eh ada yang nawarin untuk meminjamkan teksnya kepadaku. Bujubune, ni anak kelas enam SD koq ya nonton dan nyanyinya lagu kayak gitu sih. Bukankah semestinya mereka masih nyanyi Bebek Adus Kali :)  Aku jadi bingung, yang salah umur siapa sih sebenarnya. Aku yang terlambat gaul ataukah murid-muridku yang cepat dewasa ;)
    Saat SD itu mengadakan piknik ke Borobudur pun, muridku yang menawari teks lagu di atas tadi juga niat banget membawa kasetnya di bis. Lagu ini diputar berulang-ulang di dalam bis sambil dinyanyikan dengan penuh semangat. Oalah to noookkk.... pinter banget sih kamu. Di Borobudur pun aku bukannya jalan-jalan bersama para ibu guru. Aku sudah diseret kesana kemari oleh muridku. Maka kuadakanlah 'uji nyali', mereka harus berani menyapa bule-bule yang saat itu juga sedang berkunjung. Riuh sekali saat masing-masing anak saling menyemangati teman mereka yang kepengin banget bisa menyapa bule itu, sambil sesekali menengok padaku untuk diajari. Hihihiii... asyik ya. Kids are fun, they are amazing
    Duh jadi rindu nih ama mereka. Sudah 13 tahun berlalu, mereka pasti sudah bekerja.dan sukses dengan dunia yang digelutinya. Mantan bu guru ini cuma bisa mendoakan yang terbaik yo cah, dimana pun dan apapun aktivitas kalian. *srooottt.... tissue segulung langsung abis 

 
Follow my blog with Bloglovin
>>>> Read More >>>>

Tuesday, May 7, 2013

Street Food Indonesia Yang Ngangenin



Street food itu tidak sehat dan tidak enak, itu kata Mr. X temanku. Wahai penggemar street food Indonesia, benarkah ini? Kalau aku sih ragu, buktinya apa? Sebelum berlanjut kali ini untuk Femina Foodlovers Blog Competition 2013 aku ingin "berkelana" menjelajahi indahnya keragaman makanan khas kaki lima. It's called a huge heaven of culinary. Ya, itulah Street Food Indonesia.

Aku selalu kangen dengan street food Indonesia macam tempe penyet, jagung bakar, bakso dan masih banyak lagi. Street food ini menjadi penghubung kita dengan Indonesia, saat sedang bepergian jauh di luar negeri. Saat perjalanan dinas sepuluh hari ke luar Indonesia, aku kangen luar biasa pada tempe penyet buatan warung 'emplek-emplek' depan kantor. Sambel penyet yang nikmat itu terbayang-bayang, padahal saat itu aku sedang diajak wisata kuliner (wiskul) di salah satu rumah makan yang homey di Muenster. Kuakui baked potato dengan banyak black pepper plus steaknya yang empuk gurih itu enak. But something's missing.
     Di situ aku tak bisa bicara dan bercanda seru-seruan, tak bisa duduk ongkang-ongkang kaki *alamaaakk.... Contohnya seperti ini :


duduk 'jegang' yang exhale segala beban hati akan ruwetnya table manner :)
  Sempat berdialog dengan penjual jagung bakar, seorang ibu setengah baya,  berdaster batik sederhana penuh peluh karena kebanyakan duduk depan pembakaran jagung. “Kalau beli es congklik depan trus dibawa kesini boleh, Bu? Mboten ngganggu?" tanyaku. “Tidak apa-apa bu, semua rejeki itu sudah ada yang ngatur," begitu jawabnya sederhana. Terlihat sangat biasa, tapi aku salut dengan pemikirannya yang seluas samudera dalam kesederhanaannya. Nah, keramahan dialog semacam ini yang selalu kurindukan. Khas kaki lima.
jagung bakar batangan vs serutan, komplit dengan sambal pedas gila yang bebas dioleskan sesuka hati, plus es puter Conglik dari warung depan yang very welcomed dinikmati di lesehan jagung bakar

     Sebenarnya apa sih yang dinamakan dengan kaki lima? Apa pula itu makanan kaki lima? 
     Istilah kaki lima semula digunakan untuk menganalogikan pedagang yang menggunakan gerobak berkaki tiga. Bila ditambah dengan kaki si pedagang jumlahnya menjadi lima. Saat ini istilah kaki lima digunakan juga untuk pedagang di jalanan. Harganya yang miring dibarengi dengan ragam menu yang sering tak bisa ditemukan di restoran bergengsi, membuat jajanan kaki lima sangat mudah diakrabi. Di Indonesia kita menyebutnya kaki lima, Filipina ada Jolly Jeeps, food trucks and burger stalls di Amerika, hawker stall di Singapore, tacos stands di Meksiko dan street food lainnya khas tiap negara.


tempe dan sambal lombok ijo yang nonjok pedasnya
   Sederhana dan kaya cita rasa, itu salah satu yang selalu tertanam di benakku saat menikmati makanan kaki lima. Sekedar sambal lombok ijo yang dipadu dengan tempe goreng mampu menghadirkan surga makanan.
   Ada juga Bakso Lombok Uleg. Bakso ini tidak dihidangkan bersama sambal karena lomboknya diulek langsung dalam mangkok baksonya sebelum dituangi kuah. Wow, bisa bayangkan pedasnya yang nonjok kan. Rasa bakso yang segar karena tanpa kaldu, berpadu dengan pedasnya yang syahdu, membuat nafsu makanku kian menderu-deru, 2 mangkok sanggup kuhabiskan langsung. Padahal selain bulatan baksonya, di dalam mangkok itu juga diiriskan lontong dan tahu. Cuaca panas karena harus duduk di bawah tenda yang didirikan di trotoar tidak mempengaruhi kenikmatan makan bakso lombok uleg. Aku, suamiku dan kedua anakku mampir di sini dalam perjalanan kami ke Purworejo.

     Most unstructured culinary culture in the world merupakan penggambaran yang pas untuk street food. Tak ada batas-batas genre makanan. Bahkan makanan yang tidak lazim macam begini juga enak untuk dinikmati :
bakso kojak dari tepung tapioka tanpa bumbu, hambar rasanya, namun menjadi nikmat saat dibubuhkan sambal kacang - 1 bungkus berisi 20 biji bakso mungil seharga dua ribuan, murah-meriah-mantap :)
     Bapak tua penjaja bakso kojak selalu dikerumuni penggemarnya yang seakan ingin kembali melayang bernostalgia. Jajanan sederhana yang sudah ada sejak tahun 1980-an ini terinspirasi dari film yang berjudul sama, Kojak, dimana tokohnya berkepala pelontos.

mendoan sambel yang 'melegenda'
    Lepas pakem, penggambaran yang sangat pas untuk sajian sederhana berbumbu kenikmatan dari street food Indonesia. Sepotong mendoan yang diiris kecil-kecil dan dituangi sambel pecel pun 'heaven' banget loh. Silakan dicoba, dijamin akan ketagihan :)
 
      Eh, tapi apakah makanan kaki lima termasuk kategori makanan yang tidak inovatif? Kalau menurutku tidak begitu. Di antara konsistensi penyaji makanan sesuai 'resep leluhur', ada juga yang berinisiatif menciptakan jajanan model baru. Seperti ini :

kentang goreng yang meliuk-liuk sexy ;) - makanan unik yang kujumpai di pasar tiban Minggu pagi, sepanjang jalan depan Stadion Diponegoro, Semarang
     Ada yang tau apa? Ini kentang tornado. Aku sudah sering menyantap kentang ulir ini saat kolegaku memamerkan makanan sejenis yang dibuat di sekolah kuliner di Australia. Nah, ini membuktikan street food Indonesia tidak kalah inovatif dibandingkan dengan negara maju. Proud of you, my lovely street food :)


es gempol
     Selain makanan ada juga pelepas dahaga enak nan murah. Salah satunya Es Gempol, dengan bulatan putih dari tepung beras dipadu dengan lembaran mirip kelopak bunga berwarna pink. Berkuah santan encer yang gurih. Setelah isi dan kuah dituang ke mangkuk saji, penjual akan menaburinya dengan gula tepung banyak-banyak. Seems unhealthy? So far aku tidak apa-apa setelah meminum bermangkuk-mangkuk es gempol di pinggir Jalan Krakatau :)


bir plethok
     
Ada juga Bir Plethok, bukan minuman memabukkan loh. Terbuat dari jahe yang menghangatkan dan mencegah masuk angin, menurunkan tekanan darah tinggi, membantu pencernaan, mencegah tersumbatnya pembuluh darah, dan membuat lambung nyaman. Sedangkan warna merah muda ditimbulkan oleh rebusan kulit kayu secang yang bermanfaat sebagai penghilang pegal linu, meningkatkan stamina, menjaga daya tahan tubuh dan menyembuhkan asam urat.
     


Kelebihan Street Food Indonesia:
  1. Kesederhanaan street food merupakan karakter yang kuat.
  2. Ada banyak jenis makanan kaki lima yang tak mungkin tersaji di restoran berkelas. 
  3. Kedekatan dan interaksi pembeli dan penjual, meski kadang kasar khas orang jalanan, tetap mengukuhkan lapak kaki lima sebagai tempat yang sangat layak dikunjungi penggemar wiskul yang berjiwa petualang.We are all free to do some experiments here.
  4. Kenikmatan makan di emperan, apalagi bersama teman maupun saudara, jelas menumbuhkan suasana makan yang akrab luar biasa.
  5. Berbahan dasar murah bukan berarti murahan. Ada makanan dan minuman yang sarat manfaat meskipun harganya sangat terjangkau di kantong.
  6. Ciri khas makanan yang selalu bikin kangen saat pergi ke luar negeri. Makanan rumahan memang enak dan higienis, namun kok lebih enak yang di emperan ya? *tepokjidat
     Kelebihan tadi perlu didukung oleh penjual maupun pemerintah sebagai pengelola street food. Orang-orang tertarik untuk berkunjung manakala :
  1. Lokasi jajanan tertata rapi, space-nya mesti cukup leluasa untuk menikmati makanan sambil ngobrol dan cuci mata.
  2. Makanannya higienis. Kesadaran penjual lah yang perlu ditingkatkan untuk memahami bahwa konsumen yang sehat, yang akan kembali lagi ke lapak mereka, merupakan aset utama. Tak kan hilang sebagian rejeki manakala si penjual berusaha untuk menjamin higienitas makanannya.
  3. Fasilitas pembuangan sampah disediakan secara proporsional. Aneka bungkus makanan yang berceceran tentu akan mengurangi niat orang untuk mampir.
  4. Pengelolaan parkir yang baik. Pengunjung tentu tak mau pusing-pusing memikirkan akan parkir dimana. Tersedianya tempat parkir terpadu akan makin mempermudah akses pengunjung ke penjual makanan kaki lima favoritnya.
  5.  Terjaminnya keamanan di lokasi makan. Tak bisa dipungkiri memang saat kita sedang 'uyel-uyelan' alias berdesakan di satu lokasi makanan kaki lima, itu lah 'prime time' bagi segelintir orang yang mencari nafkah dengan memanfaatkan kelengahan dan kesempatan yang ada. You know what I mean kan teman? Memang kita harus selalu waspada, namun bila pemerintah melalui pengelola lokasi street food ini memberikan perhatian yang lebih, tentunya akan terasa jauh lebih nyaman.
     Begitulah, budaya makan yang tak berstruktur macam street food ini bagiku tetap menjanjikan kenikmatan makan yang berpadu dengan keakraban khas orang Indonesia. Selayaknya lah kita semua membantu untuk menjaga  keberlangsungannya, entah itu dengan perilaku ramah lingkungan, tidak membuang secara sembarangan bekas bungkus makanan ataupun remah-remah makanan, atau juga memberikan masukan ke si penjual untuk lebih inovatif lagi dalam penyajian dan ragam makanannya.
     Well, a little effort means a lot rather than thinking nothing and doing zero. Yuk kita kibarkan bersama Street Food Indonesia yang sederhana, ramah, bersih dan bercita rasa. Makanan tiada banding yang selalu kukangeni dimana pun aku berada.
 I Love Street Food of Indonesia



Tulisan ini diikutkan pada Femina Foodlovers Blog Competition 2013
Total jumlah kata : 1.191
Sumber acuan tulisan : 

>>>> Read More >>>>