Pages

  • Home
  • About
  • Contact

Friday, March 22, 2013

YAMAHA XEON RC idamanku



Salah satu cara menyayangi bumi tercinta adalah dengan menghemat bahan bakar minyak (BBM) dan tidak menggunakan Air Conditioner (AC). Praktek dalam kehidupan kesehariannya ya memilih menggunakan sepeda motor aja dibandingin naik mobil. Hahahahaa…. Rumus yang terlalu dipaksakan ya sodara-sodara? Eh tapi bener kan kalau naik motor itu tidak usah ngidupin AC *disambit helm :D Terus jika dibandingkan naik mobil, lebih irit BBM kan bila memilih naik motor?
Meskipun prolog konyol di atas maksa banget argumentasinya, buatku memang lebih nyaman mengendarai sepeda motor dibandingin naik mobil. Salah satu kelemahan motorcycling hanyalah saat kondisi hujan. Namun bila sudah siap dengan mantel hujan, no need to worry kan?
Kenapa naik motor kuanggap lebih nyaman? Yang jelas aku tak usah pusing-pusing kasih perkiraan entar bemper depan sebelah kiri nyenggol kendaraan ataupun orang yang sedang jalan di sebelah kiriku atau enggak. So far hal itu lah yang paling kutakuti saat mencoba mengendarai mobil. O ooooo aku ketauan, gak bisa nyetir to ternyata heheheee… Duluuuuuu banget pernah bisa sih, pernah punya SIM A tahun 1996. Setelah sekali terhantam truk hingga body mobil kanan peyok total, aku tak lagi naik mobil.
Aku tak harus naik mobil untuk perjalanan ke tempat kerja. Aku tidak berada pada posisi pekerjaan yang harus sales journey, market ke sana sini. Lebih banyak menghabiskan jam kerja di dalam factory saja. Kontak dengan berbagai instansi, relasi dan supplier cukup lewat telepon dan e-mail. Jadi tak perlu mengalokasikan biaya BBM yang lumayan mahal untuk mobil kan? Sebenarnya sih yaaa…sebenarnya… ssttt…jangan bilang-bilang ya, Si Ijo berjenis jip di rumah gak ada power steeringnya, mana ban-bannya diganti dengan yang segede gaban, yang buat off road itu loh, jadi makin kumplitlah kegalauanku bila harus mengendarainya hihihiiii… (publish blog koq bisa bilang jangan bilang-bilang ya? Maksude piye kuwiii? )

Tahun 2008 aku memutuskan membeli si 110cc Yamaha Vega R yang selanjutnya kuberi nama Audrey. Jangan diketawain ya namanya, bersejarah banget loh itu ;)  Keren banget deh performance-nya si Audrey ini. Merah mendominasi body-nya yang ramping, berdampingan dengan salur hitam yang tegas. Cocok banget lah untuk mendampingi nyonyahnya yang cantik ini *hasyaahhh…. Coba liat tuh, matching banget ama line-stripe rumahku. Berarti memang jodoh banget ini *mulai mistik
Varian dari motor Yamaha ini pas banget untuk segala keperluanku. Bisa untuk nganterin anakku ke sekolah. Footstepnya mantap dan kokoh untuk pembonceng, jadi aku tak takut anakku akan terpeleset saat menjejaknya.

Trus untuk berbelanja dalam jumlah banyak juga enjoy-enjoy aja. Aneka bungkusan dan plastik bisa kuletakkan di gantungan (tambahan) yang ada di tengah. Pernah loh aku belanja kebutuhan sehari-hari sampai 5 tas kresek besar, tidak masalah tuh.  Yang jelas tiap hari pasti digunakan untuk berangkat dan pulang kerja. Yamaha VegaR-ku alias si Audrey ini lincah sekali di jalanan. Aku hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk tiba di kantor. Tuh keliatan dari fotonya kan, meskipun Audrey sudah berusia lima tahun, penampilannya tetap 'kinyis-kinyis', terawat bowww ;)  Semua elemen body masih orisinil, tidak ada yang dimodifikasi. Hanya ditambahi 'centelan' belanja aja di tengah-tengah. Maklum, setting-an emak-emak :D
Si cantik Yamaha Vega R ini keren loh, dapet penghargaan sebagai Indonesian Motorcycle of The Year 2008 dari Motorev. Nah, berarti aku tak salah pilih kan.  
Yamaha juga mendapat penghargaan The Best Performance Handling dari Otomotif Award 2011
 
Generasi berikutnya dari si Audrey ini lebih cantik dan canggih loh. Eh,  Audrey gak boleh cemburu ya ;)  Ini nih Yamaha Vega ZR, merahnya secantik Audrey-ku. Varian warna lainnya juga cakep-cakep, tetapi tetap aja kalau ada yang mau mbeliin, aku pilih yang merah *ngarep.com 
Yamaha Vega ZR, varian warna lain bisa dicek di website Yamaha
 Untuk spesifikasi detail dari Yamaha Vega ZR bisa dilihat di bawah ini. 
Kerennya lagi, untuk generasi Vega ini ada 'perkumpulan'nya loh. Cekidot di mailing list Yamaha Vega yang berguna sebagai sarana sharing dan bertukar informasi bagi sesama Vega Riders. 
www.yamaha-vega.or.id
    Oya, denger-denger yang versi Vega ZR FI juga terlihat beberapa di seputaran Jakarta. Bener gak sih? Keren pastinya yang versi injeksinya mengadopsi YEC-FI, kalo nggak salah diadopsi juga di Moge superbike Yamaha YZF R6/R1 (sumber : http://trexton.wordpress.com/)  Wuih, aku sih kurang paham dengan specs teknis begini, tapi bisa mbayangin lah ya model injeksi di moge diterapkan pada motor bebek. Mau donk dapet hadiah motor keren ini hehehheeee….
    
    Kalau yang informasi di atas dapet dari blog penikmat otomotif, kali ini informasi resmi dari Yamaha tentang produk canggih Yamaha Xeon RC. Dari features, teknologi, spesifikasi dan warna berikut ini bisa terlihat keunggulan Yamaha. Keren, cepat, canggih, makin tak tertandingi.
Berikut ini Features & Tech dari New Xeon RC :
  • Aerodynamic Cover Design : terinspirasi dari pesawat tempur, dengan sistem Auto Head - Light On.
  • Large Capacity Luggage : mendukung aktivitas harian pengendara.
  • Smart Lock System : praktis digunakan dan aman saat pengereman di jalan menanjak / menurun.
  • After-Burner Jet Tail Lamp : dengan desain yang khas kini tampil lebih futuristik, sporty dan lebih terang.
  • Sporty Striping & Dynamic Color : New Xeon RC semakin sporty dengan warna trendy dan striping yang tegas.
  • Integrated Key Shutter : sebagai pengaman ganda sekaligus pembuka bagasi.
  • Muscular & Sporty Muffler : diadaptasi dari motor Yamaha T-Max yang powerful.
  • DiASil Cylinder & Forged Piston : teknologi juara, kuat, awet & ringan, garansi 5 tahun.
  • Sporty Casting Wheel & Colored Pin Stripe : semakin sporty dengan Velg berwarna dikombinasikan dengan Lis Velg yang tegas.
  • Smart Stand Switch : sistem yang membantu keamanan pengendara. 


Adapun  Specification New Xeon RC bisa dilihat pada bagan rinci berikut ini :

Untuk pilihan warna atau Color  dari New Xeon RC
 Semua  gambar diambil dari website resmi Yamaha

Pilihan warna Xeon RC ada 5 : Thunder Bolt Blue, Victorious Red, Cosmic White, Regal Purple dan Dazzling Black. Semuanya keren dan canggih

    Jadi, setelah membaca aneka detail keterangan Xeon RC di atas tadi, tunggu apalagi? Aku aja yang emak-emak ini begitu terpesona dan pengin banget dapet hadiah motor ini (eh, siapa yang nanya coba?) hehehee.... 
    Untuk yang penasaran bisa segera ke dealer Yamaha terdekat. Buruan beli dan coba Xeon RC yang keren, cepat dan canggih ini. Ntar bisa bagi reviewnya ke aku sekalian aku lagi tunggu hadiah rejeki nomplok nih dari Yamaha Blog Contest ini buat modal belinya. Mau juga donk foto bareng dengan Jorge Lorenzo. Thanks in advance Yamaha ;)
NEW XEON RC - SEMAKIN TAK TERTANDINGI

>>>> Read More >>>>

Wednesday, March 20, 2013

My Lovely Inseparable Coffee

sumber : blog ini
Semerbak aroma kopi kental sungguh membuai diriku saat langit alam raya menjadi atapku. Di kesunyian malam berhiaskan ribuan bintang dan terang benderang purnama, aku dan belasan sobat pendaki gunung kian mengakrabi sendunya gulita, menangisi kebahagiaan bersama dan mentertawai duka lara kami semua. Eratnya persahabatan kami tak terpisahkan, bahkan setelah terpaan rasa lelah mendera perjalanan jauh kami menuju puncak gunung nan damai ini.
Malam bukan lah waktu yang tepat untuk tidur, Sobat. Kegelapan nan indah memukau itu hanya pantas dinikmati. Bersama dengan sobat-sobat karibku, aku duduk dalam kedamaian, diiringi lantunan gitar, juga diriuhkan oleh obrolan ceria. Cerita tentang tujuan petualangan kami berikutnya lah yang kian ramai menggelora.

'memanggang' kopi

Kering tenggorokan yang terlalu bersemangat bercerita seketika luruh dengan hadirnya kopi hitam kental. Bukan diseduh di atas api. Di dalam nyala api unggun itulah air, kopi dan sedikit gula dijejalkan langsung, berwadahkan cangkir seng bertutup. Aku dan sobat-sobatku memang lebih menyukai ‘kopi klothok’ ala adventurer ini. Wow, sensasinya luar biasa, saat cangkir panas ditarik keluar dari dalam bongkahan api unggun. Perlu extra hati-hati saat aku harus menyentuh permukaan tutup cangkir yang telah membara itu. 
Uap kopi yang harum dahsyat seketika menamparku. Tetapi harus waspada, Sobat, bila tak ingin esok hari bibir dan lidah kelu terpanggang, sebaiknya seruput pelan-pelan saja kopi nikmat ini. 

Ya, belasan tahun yang lalu, saat aku masih sering berjalan-jalan di alam bebas, entah itu mendaki gunung, memanjat tebing, menelusuri gua ataupun menyelam, kopi hitam kental adalah teman akrabku. Kopi mix tak ada dalam kamusku. Kurang jantan (lha aku kan memang bukan jantan). Lebih tepatnya karena faktor pengiritan sebenarnya heheheee… sebungkus kopi hitam cukup untuk menemani belasan orang dalam satu kali trip.
Setelah tak lagi bepergian ‘pecicilan’ seperti dulu, aku mulai menggemari berbagai varian kopi. Aneka kopi instan pun mulai akrab menemaniku. Mulai dari ‘kejar tayang’ skripsi, dimana aku harus sering melek malam agar bisa konsultasi besok paginya. Hingga saat sudah bekerja, kopi tak pernah ‘berkhianat’ padaku, selalu setia ‘nongkrong’ denganku yang sedang penat luar biasa lembur di rumah untuk menyelesaikan entry data yang menggunung, yang esok harinya akan dipergunakan untuk audit dari berbagai instansi terkait. 
si kopi cantik
Sampai kini aku masih terobsesi ingin menikmati kopi cantik. Apa itu? Kopi ala kedai-kedai kopi ternama yang menghidangkan kopinya dengan kecantikan luar biasa seperti ini. Sungguh keren, duduk di kafe, menulis aneka naskah, sendirian, ditemani si kopi cantik ini (khayalan kelas tinggi). Tetapi heran juga aku, bagaimana mau menikmatinya ya, kalau menyentuhnya saja 'eman-eman' hihihiii.... Halah, kembali ke selera asal aja lah.


 Namun entah apa yang kemudian terjadi pada mekanisme tubuhku. Aku kini tak lagi bisa menikmati sedapnya kopi. Kopi apa pun. Bermula dari puasa kopi saat aku hamil anak pertama hingga selesai masa menyusui. Sekitar hampir dua tahun lah puasa kopi ini. Begitu ingin kembali menyesap nikmatnya kopi, bukan ‘heaven’ yang kudapat.

Jantungku berdegup kencang seperti habis ikut lari marathon. Duh, kenapa pula badan ini. Ah, kupikir paling-paling karena kaget minum kopi, kan sudah lama ‘pisah ranjang’ heheheee… Tetapi setelah berjam-jam, setengah hari, lewat tengah malam, bahkan hingga esok hari, deburan kencang di dada tak juga padam. Sungguh suatu pengalaman yang sungguh menyakitkan. Ini ‘noda’ terbesar dalam ‘persahabatan’ku dengan si biang caffein ini. Bagaikan di-detox paksa, aku pun menyerah seketika. Kurelakan engkau pergi dari aliran tenggorokku wahai kopi tercinta (ih, kayak apa aja deh ya).

Setahun belakangan ini, aku asyik belajar menulis setelah bergabung dengan beberapa komunitas menulis di dunia maya. Ah, waktu seakan berlari begitu lama saat ingin berkonsentrasi mewujudkan setitik tulisan. Sebenarnya paling mantap kalau menulis ditemani kopi tercinta. Tapi apa daya, ragaku telah menolaknya dalam aliran darah.
lulur kopi
sabun kopi
  Aku tak pantang menyerah. Bila aku tak bisa lagi meminumnya, tak apalah. Toh aroma kopi masih bisa kunikmati dengan cara lain. Berbagai perawatan tubuh di masa kini kan sudah banyak yang menggunakan bahan dasar kopi. Kali ini aku yakin, aku tak mungkin deg-degan lagi. Ya iya lah, masak sabunan dan luluran pakai kopi bisa deg-degan hehehee.....  Jadi deh sepanjang hari tubuhku beraroma kopi. Hmmmm.... it's really an energizing aroma therapy. Suka banget deeehhh
Di kantor dan di rumah aku selalu bersanding dengan produk beraroma kopi kesukaanku, body cream dan body mist (merk tidak diperlihatkan ya, jadi ini bukan promosi heheheee...). Terkungkung di ruang kantor ber-AC sepanjang hari membuatku tak bisa berkeringat sebebas dulu lagi. Jadi untuk mendapatkan kelembaban aku harus menggunakan produk ini saat kulit terasa kering nian. Dan saat di rumah, saat anak-anakku sudah terlena dalam mimpi, aku bisa asyik sendiri berkutat dengan aneka tulisan (baik itu bikin tulisan untuk event penerbit, event GA, jualan onlineku, fesbukan maupun nge-blog). Meskipun bersanding dengan minuman hangat sesuai pertumbuhan usia (hehehee...mau bilang minum jahe anget aja koq malu), namun aroma kopi yang berasal dari sabun dan mist yang kugunakan, tetap tak tertandingi oleh dinginnya malam dan beratnya kantuk yang melanda. 

Jadi wahai kopi tercinta, jangan putus asa, jangan mudah menyerah. Kita tetap akan dipersatukan, meskipun dalam wujud dan kesempatan yang berbeda. Janji ya kita tetap akan setia, Kopiku sayang :) 


*Catatan mabuk kopi *

tulisan ini diikutsertakan dalam GA Lisa Gopar






>>>> Read More >>>>

Tuesday, March 19, 2013

Transformasi si Petualang


Kau ada sekarang atas jasa masa lalumu... jangan ingkari itu

    Duh, lagi kesengsem ama quote di atas, kurang tau deh itu quote siapa, tiba-tiba saja melintas di pikiran ;)
    Tak bisa dipungkiri memang, apa yang kita alami di masa sekarang, tentunya juga ada andil dari 'sang masa lalu' kita. Kira-kira setuju kah? Harus setuju dooonkkk.... idih maksa ya.
    Rasa syukur atas semua yang kualami di masa lalu rupanya berjodoh dengan event Give Away yang diluncurkan Bunda Yati Rachmat, bertajuk The Old and The New Photos. Suka banget dengan misi GA ini, walaupun sebenarnya aku kurang tau tepatnya apa harapan Bunda Yati. Bagiku event dari Bunda Yati ini sangat bermanfaat khususnya buatku untuk merefleksi bagaimana aku di masa lalu dan kini.

    Nanti kalau pembaca sudah mengikuti kedua foto yang jelas-jelas jauh sekali perbedaannya ini, baik dari segi fisik, kedewasaan maupun spiritual (hehehee...maaf malah ngegaya), tentu akan bisa memahami seberapa rasa syukurku atas apa yang sudah kudapatkan di masa lalu ini.
medio 1993
  Nah, foto pertamaku yang 'spektakuler' ini berasal dari jaman 'keemasanku' hihihiii...kayak apa aja ya Bunda Yati? Ini foto tahun 1993 saat pendakian ke Gunung Slamet, Pemalang. 
    Dulu aku penggiat alam bebas, Bunda. Sejak jadi mahasiswa aku memang aktif berkegiatan outdoor. Sebenarnya itu pelarian dari gagalnya masuk jurusan kuliah idola, jadinya ya gitu deh, lebih giat berpetualang daripada kuliah. Jelas bukan contoh yang bagus untuk anak cucu saya ya Bunda :)  
    Tapi tunggu dulu, banyak sisi positifnya juga loh. Ada beragam manfaat sebetulnya yang kudapatkan kala aktif berpetualang dan berorganisasi di kelompok pencinta alam yang kuikuti ini. Selain bisa lebih mensyukuri nikmat alam yang Allah berikan pada kita semua, aku juga belajar banyak tentang kedisplinan. Tanpa disiplin aku tak akan bisa bertahan di alam bebas, dimana petualangan sangat membutuhkan kekuatan stamina, kestabilan mental dan kecepatan pengambilan keputusan saat marabahaya menghadang. 
Berbagai kemampuan yang kudapatkan di atas sangat berjasa di masa kini. Dunia kerja yang keras dan penuh persaingan bisa kutaklukkan karena sudah kenyang dengan berbagai tempaan dari para senior dan alam raya itu sendiri saat berpetualang dulu.

foto saat ini (2013)
   Kini aku sudah menjadi ibunda dari 2 orang anak yang sehat, pintar, lucu dan Insya Allah sholehah dan sholeh. Putriku saat ini hampir berusia 9 tahun (tanggal 25 Juni nanti), sedangkan adeknya seorang cowok imut yang November lalu baru berusia 3 tahun. Suami dan kedua orang anakku ini merupakan belahan jiwa tiada tara, pemacu semangat jiwa, penghapus segala duka lara. 
    Dari foto kedua ini yang kuambil awal tahun 2013,  sudah tidak kelihatan tomboy kan? ;)  Yang jelas sekarang jauh lebih 'bundar dan berisi' hihihiii... 
Namun bagaimana pun keuletan dunia berpetualang masih kental mewarnai cara berpikirku.

We can always pass the worst

    Menurutku kalimat itu bisa menjadi pelecut semangat saat menghadapi hal-hal terburuk di berbagai sisi kehidupan. Bisa pada kehidupan rumah tangga, bersosial, ataupun di dunia kerja. Sudah banyak terbukti bahwa di dalam dunia bekerja sering terjadi sikut-menyikut, siapa yang lemah akan kalah. Di sini bukan berarti aku suka menang-menangan lho, Bunda Yati :)  Maksudku di sini Insya Allah aku sudah kuat mental menghadapi berbagai kesulitan maupun halangan yang lazim terjadi di dunia kerja.
    Dari dulu aku sangat suka membaca, namun baru kurang lebih setahun ini aku menyukai dunia tulis-menulis. Seiring dengan semaraknya dunia maya, makin mudah memperoleh informasi tentang dunia yang satu ini. Berkat aktif bersosial media pula lah aku bisa gabung dengan beberapa komunitas ibu menulis dan ibu blogger. Di sini lah awalku mengenal Bunda Yati, sosok yang sangat pantas dikagumi. 
    Bunda Yati seumuran ibuku, namun ibuku 'mboten ngertos' (tidak tau) dunia maya sama sekali, walaupun beliau tetap sangat aktif berkegiatan di kelompok warga usia lanjutnya. Semangat ibuku dan Bunda Yati ini luar biasa. Aku yang baru berusia kepala 3 semestinya harus lebih terlecut lagi semangat menulisnya. Bunda Yati aja bisa, kenapa aku tidak? Betul kan, Bunda?
    Terima kasih banyak Bunda Yati atas kesempatan mengikuti Give Away ini. Bener deh, hadiah-hadiahnya bikin ngileeeerrrr.... Semoga ya aku bisa beruntung mendapatkan salah satu. Yuk teman-teman blogger siapa yang belum ikut, buruaaann deh, ada banyak hadiah menanti loh. 

 Foto dan tulisan diikut-sertakan pada GiveAway - Pertamaku untuk Ultah Blog MISCELLANEOUS

selamat ultah Blog Miscellaneous
>>>> Read More >>>>