Pages

  • Home
  • About
  • Contact

Thursday, October 24, 2013

Remember My Daddy

I love you Daddy...
You are my hero (and you always in my dream)
I love you daddy oh daddy
You are my superstar


Duh, lagu di youtube yang gubahan liriknya sederhana namun penuh arti itu membuat mataku 'kembeng-kembeng'. Hmmm... apa ya Bahasa Indonesianya? Berkaca-kaca gitulah persamaannya.Daddy alias papa atau ayah bin bapak, satu sosok yang terus terkenang dan terpatri dalam memoriku. Bukan hanya karena kasih sayangnya yang tak mungkin diingkari, namun juga aneka kenangan yang kumiliki bersama beliau. Meskipun di tahun 1996 beliau telah berpulang ke rumahNya, segala kisah bersamanya seakan masih fresh dalam ingatan.

Aku terlahir sebagai bungsu dari 4 bersaudara dengan jarak umur terpaut lumayan jauh dari abang / mas. Adapun kedua mbak dan masku itu masing-masing terpaut hanya 1 tahun. Kebrojolan? Maybe yes maybe no hehhehee...

Meski jarak umurku jauh dari kakak-kakakku, aku tidak omotatis dimanja. Bapak sangat keras dan disiplin dalam kesehariannya. Yang paling jelas kelihatan saat bapak menempa kami berempat menjadi atlet melalui latihan yang sangat ketat jadwalnya. Sejak TK aku sudah mahir berenang berkat didikan beliau.
Seperti terlihat pada foto di samping, aku masuk TC (training centre) dengan trainer bapakku sendiri. Bapak tidak pandang bulu dan keras dalam melatih, entah itu anak sendiri maupun anak orang lain. Belum sempurna loncatannya alamat tidak istirahat semua. Selalu aku yang paling terakhir selesai latihan, paling penakut soalnya hihihiii...

TC terberat itu saat aku masuk sekolah pukul 13.00 (maklum SD Negeri jaman dulu, kelasnya gantian), pukul 14.00 sudah dijemput untuk latihan. Badan dan muka gosong semua. Sampai-sampai saat aku tertawa cuma gigiku doang yang keliatan.


atlit putri kecil yang pake seragam tim biru itu kayaknya wagu banget yak? :)
Akhirnya berangkatlah aku sebagai bagian dari tim atlit loncat indah Jateng ke Jakarta, bukan karena hebat dan berprestasi namun 'bejo' saja karena saat itu Jateng memang tidak punya atlit putri loncat indah Kelompok Umur IV (usia 8-10 tahun). Hehehee... numpang keren bow berangkat ke ibu kota :)



Namun di balik sikapnya yang keras dan galak itu, bapak luar biasa sayang kepada anak-anaknya. Beliau sering mengajak anak-anaknya bepergian meskipun tidak barengan dengan ibu.  Ada banyakkah bapak model begini, mau repot 'angon' keempat anaknya sendirian? ;)


Beliau juga tidak segan membanggakan kami berempat di hadapan orang banyak. Saat  kejuaraan Pencak Silat di Yogyakarta, kami berempat diajak demonstrasi salam pencak silat di hadapan begitu banyak peserta. Aku yang masih kecil, imut dan kumal itu nyempil di tengah-tengah keperkasaan bapak dan kakak-kakakku. Numpang keren lagi boooww... ;)


Bapak juga pernah mengajakku touring menggunakan sepeda motor ke Surabaya. Panas pantat ini selama lebih dari 6 jam duduk di atas sepeda motor. Sampai-sampai bapak meletakkan handuk tebal untuk kududuki agar aku tidak begitu nelangsa. So sweet ya? ;)

Itu tadi hanyalah sebagian kecil memori indahku bersama bapak. Begitu banyaknya kenangan yang ada, yang tak cukup dirangkai dalam 500 kata sesuai syarat dari shohibul giveaway *protes, seharusnya 1000 kata lah :p

Untuk bapakku, semoga engkau kini tenang di alam sana. Hanya doaku kini yang bisa kupanjatkan untuk menemanimu. Semoga doa-doaku didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. I really miss you, daddy...  *mewek again :'(

Daddy
You know how much I love you
I want you to help me
Please show me the way
Daddy oh Daddy
Sometimes I might do wrong
But I never stop trying
To be your number one




No comments:

Post a Comment