Tetap kering saat kehujanan kini bukan hal yang mustahil lagi loooh... Ya iya lah, naik mobil pribadi atau taksi kan pasti kering enggak kehujanan. Yeee... bukan itu maksudku.
Di musim penghujan seperti ini, cobaan yang dialami para pengendara sepeda motor sungguh luar biasa. Tak sekedar basah kena hujan, kadang-kadang saat jalanan yang harus dilalui terkena banjir, alamat resiko basah kuyup deh.
Kan sudah pakai jas hujan, masak masih basah sih? Nah, pasti yang tanya gitu belum pernah ngerasain derita pengendara sepeda motor ya. Kalau aku sih sudah mengalaminya sendiri. Saat hanya mengenakan jas hujan model ponco, pas hujan deras pasti ujung celana panjang masih basah meskipun sudah ditekuk sampai di batas lutut *oh nooooo.... SGM (sikil gebuk maling) :D Pun saat mengenakan jas hujan setelan yang ada bagian atas dan bawah itu.
Model jas hujan setelah sekarang macam-macam loh. Jas hujan bagian atas kini tak sekedar berpasangan dengan celana panjang saja. Yang berbentuk rok juga ada (seperti gambar di samping, saya pinjam dari Ummu Kaisah Shop). Tentu saja ini untuk para hijaber maupun embak-embak pengguna mini skirt yang mungkin kebingungan saat akan mengenakan bagian bawah setelan jas hujan berbentuk celana. Etapi mas-mas dan bapak-bapak yang mau menggunakannya juga boleh kok, misalkan pas pake sarung gitu, ribet kan kalau harus mengenakan yang model celana panjang hihihiiii....
Tetapi ngeh nggak sih, semua kelengkapan menghadapi hujan deras tadi masih ada yang kurang? Sudah ditutup rapat sih, aman terkendali. But how about your feet? Bagaimana caranya agar tetap kering saat kehujanan?
Nah, ini yang sering terlupakan. Para pengendara motor lebih memilih memasukkan sepatu kinclongnya ke dalam tas plastik dan justru mengenakan sandal jepit saat mengendara. Fine fine saja sih, tapi kan rada risky gitu ya. Bersandal jepit saat mengendarai sepeda motor sungguh tidak disarankan. Pertama, tidak safe sama sekali, apa pun bisa terjadi di jalan raya walaupun kita tak pernah mengharapkan pengalaman buruk akan terjadi pada diri kita. Jari-jari terbuka tanpa pelindung itu tentunya rawan kena musibah kan. Yang kedua, unsur keindahan boooo... :) Apalagi yang jempolnya segede gaban, gak asyik banget kan buat dilihat hohohooo... *itu daku banget ;)
Well, agar tak perlu nyangking sandal jepit kemana-mana, kini ada yang namanya Jas Sepatu. Sepatu kita yang tidak boleh terkena air hujan pun akan aman terlindungi.
Pertama kali melihat orang lain mengenakan jas sepatu ini rasanya ingin ngakak, tampak seperti alien dari mana gitu :) Tetapi setelah mencobanya sendiri, aku baru bisa merekomendasikan nih.
Berikut ini detail bagian dari jas sepatu tersebut :
zipper di bagian betis, membuat pemakaiannya menjadi mudah
perekat velcrow yang menyesuaikan lingkar betis
(betis plus tambahan tebal celana panjang yg kita kenakan)
Perekat velcrow yang ada itu fleksibel banget, mengikuti lingkar betis kita. Muat juga kok saat bertambah dengan ketebalan celana panjang yang kita kenakan. Apalagi bila menggunakan celana jeans, makin menggelembung kan lingkar betis kita. Nah si perekat velcrow ini adjustable.
dilengkapi karet/kolor yang mengikuti lingkar kaki
Ada banyak online shop yang kini telah menjual jas sepatu ini. Kebetulan aku mendapatkannya tidak via online shop, tapi dari teman suamiku. Beli langsung gitu, offline, meskipun teman itu memang pemilik online shop juga hehehe... Gimana sih, bingung njelasinnya :) Sayang sekali aku tak menanyakan apa nama online shopnya, jadi tidak bisa merekomendasikannnya di sini. Namun bila ada yang berminat, nanti coba kutanyakan ya, harga langsung nggak pake komisi koq hihiiii... Harga jas sepatu ini empat puluh ribu rupiah. Sip banget nih kualitasnya, high heelku yang sangat indah pun jadi terlindungi.
Coba, mana high heel yang kumaksud itu ?
High heel dari hongkooooonggg....hahahaaa... maaf sob, tadi cuma jebakan batman aja. Hari ini aku mengenakan sandal gunungku tercinta. Nah loh, sudah pakai sandal gunung ngapain masih pake jas sepatu, kan buat para pendaki gunung sandal ini langsung dikenakan, baik di bawah terik mentari maupun hujan deras?
Iya benar begitu, tapi taukah engkau wahai sahabat? Sandal gunung ini saat terkena air hingga 'teles kebes' alias basah kuyup, kelembabannya akan awet sekali, apalagi saat dikenakan di dalam ruangan kantor, beeegghhh... baunya sungguh tidak syedap. Untuk itulah, sandal gunung tercintaku ini harus tetap kering saat kehujanan.
Repot banget ya harus mengenakan jas sepatu segala? Kenapa keukeuh harus pakai sih, kenapa enggak naik mobil saja?
- Kakiku sekarang menjadi agak-agak 'priyayi' gitu, setiap kali bercanda dengan air hujan maupun genangan banjir, bisa dipastikan besoknya langsung ke apotik berburu salep kulit 88. Idiiiihhh... enggak banget yak? :)
- Safety procedure harus ditaati di tiap perjalanan, kita kan tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Jadi apa salahnya bila melindungi bagian tubuh kita semaksimal mungkin, termasuk jari-jari kaki. (oya, menggunakan helm juga penting lho, jangan lupa)
- Kenapa enggak naik mobil? Lha diriku nggak bisa nyetir yaaaa... Lagian mobil siapa yang mau kusetir hueheheee.... jogjig?? :D
Oke ya, have a safe riding then....






No comments:
Post a Comment